Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Kepedulian terhadap masa depan generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah maupun aparat kepolisian. Keluarga, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat juga harus mengambil peran penting dalam mencegah berbagai perilaku menyimpang yang berpotensi merusak masa depan anak bangsa.

Pesan tegas namun penuh kepedulian tersebut disampaikan Wakapolda Jawa Timur, Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, saat melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Al-Muttaqin, Jalan Ketintang Barat II Nomor 7, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, Jumat (6/11/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung di tengah suasana kebersamaan dan silaturahmi tersebut, Wakapolda Jatim mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap keamanan lingkungan sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas generasi muda.

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat agar berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah meningkatnya potensi kenakalan remaja, mulai dari tawuran antarpelajar, penyalahgunaan narkoba, hingga tindakan perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan.

Baca Juga:  Safari Ramadan di Surabaya, Kapolri Rangkul Buruh KSPSI Hadapi Tantangan Global

Persoalan tersebut dinilai tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat, perilaku menyimpang di kalangan remaja dapat berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas serta berdampak terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

Orang Tua Jangan Lepas Pengawasan

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Feri Handoko Soenarso menekankan bahwa keluarga memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan perilaku anak.

Orang tua diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga memberikan perhatian, pendampingan, serta membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anak mereka.

Pengawasan terhadap aktivitas sehari-hari, lingkungan pertemanan, hingga penggunaan waktu luang menjadi bagian penting untuk memastikan anak tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.

Kehadiran orang tua dalam kehidupan anak dinilai menjadi salah satu benteng utama untuk mencegah keterlibatan remaja dalam tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan kekerasan terhadap sesama.

Selain keluarga, pihak sekolah juga memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Kolaborasi antara guru, orang tua, tokoh agama, masyarakat, serta aparat kepolisian perlu terus diperkuat agar setiap persoalan yang melibatkan generasi muda dapat ditangani secara bersama-sama.

Baca Juga:  Timah Panas Bersarang! Unik Jatanras Polda Jatim Berhasil Lumpuhkan Dua Begal Spesialis Curanmor

Warga Diminta Tidak Diam Jika Mengetahui Potensi Gangguan Kamtibmas

Tak hanya menyoroti persoalan kenakalan remaja, Wakapolda Jatim juga mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap situasi keamanan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Masyarakat diharapkan tidak bersikap acuh apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan atau indikasi yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan kepolisian sebagai langkah awal untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan sebelum suatu permasalahan berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

Karena itu, warga diimbau tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungannya.

Sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

Jumat Keliling, Strategi Polri Semakin Dekat dengan Masyarakat

Kegiatan Jumat Keliling yang dilaksanakan Wakapolda Jatim tersebut merupakan bagian dari upaya Polda Jawa Timur mendukung program Kapolri bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”.

Baca Juga:  Wabup Mimik Idayana Ajak ASN Tingkatkan Integritas pada HUT Korpri ke-54 di Sidoarjo

Melalui kegiatan ini, kepolisian berupaya membangun komunikasi secara langsung dengan masyarakat, mempererat tali silaturahmi, sekaligus menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang berkembang di tengah kehidupan warga.

Pendekatan humanis melalui kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan diharapkan mampu menghilangkan jarak antara polisi dan masyarakat.

Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah masyarakat juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara langsung, sehingga upaya menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui tindakan penegakan hukum, tetapi juga melalui edukasi dan pencegahan.

Polda Jawa Timur terus mendorong terbangunnya kemitraan yang kuat antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui kepedulian keluarga, pengawasan lingkungan, peran aktif sekolah, serta dukungan tokoh agama dan kepolisian, berbagai potensi kenakalan remaja diharapkan dapat ditekan.

Pesan yang ingin ditegaskan dari kegiatan Jumat Keliling tersebut sangat jelas: menjaga generasi muda berarti menjaga masa depan bangsa. Sementara menciptakan keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat. (*)