PURBALINGGA , Beritaglobal.net – Karena tidak memungkinkan bantuan logistik mentah didistribusikan kepada para penyintas/korban bencana alam tanah gerak di Dusun Pagersari desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, saat ini telah dibangun dapur umum untuk mengatasi kebutuhan makan masyarakat terdampak bencana tersebut.

Kebutuhan dapur umum menjadi hal yang sangat vital dalam memasok kebutuhan pangan dengan asupan gizi yang cukup mengingat masih adanya pandemi Covid-19 sehingga diperlukan asupan gizi yang tinggi agar imunitas tubuh meningkat lebih resistan terhadap kemungkinan tertular Covid-19 di lokasi pengungsian.

Baca Juga:  Muslimat NU Mantapkan Langkah: Kongres XVIII Resmi Ditutup, Khofifah Pimpin Hingga 2030

Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan kebencanaan, karenanya berbagai unsur dilibatkan dalam pelaksanaan dapur umum ini tak terkecuali dari Kodim 0702/Purbalingga yang secara bergiliran menerjunkan anggota untuk membantu memasak di dapur umum tersebut.

Seperti disampaikan oleh Perwira Seksi Operasi Kodim 0702/Purbalingga Kapten Arm Mindoko saat dikonfirmasi pada Selasa, (15/12/2020) pihaknya dalam mengatasi kejadian bencana ini juga turut menerjunkan anggotanya secara langsung.

Baca Juga:  Polres Tulungagung Intensifkan Patroli Malam dan Razia, Targetkan Keamanan dan Ketertiban

“Sejak pertama Babinsa melaporkan kejadian adanya bencana tanah gerak tersebut, kami dari Kodim 0702/Purbalingga segera menerjunkan anggota untuk turut membantu evakuasi pengungsi, selanjutnya juga turut menempatkan anggota untuk melaksanakan piket di posko bencana yang ada di SDN 2 Tumanggal,

Baca Juga:  Rutan Salatiga Gelar Upacara HUT ke 78 Republik Indonesia dan Pemberian Remisi Umum Tahun 2023 Pada 77 Narapidana

 membantu evakuasi barang milik warga yang terdampak bencana serta turut aktif menerjunkan anggotanya untuk melaksanakan piket masak di dapur umum. Setiap harinya, kita bagi shift secara bergantian untuk membantu memasak memenuhi kebutuhan makan pengungsi, setiap shift memasak sekitar 700 porsi, hal ini tentunya dilaksanakan bersama dengan unsur kebencanaan lainnya seperti PMI, BPBD, Baznas, Dinsos bersama sukarelawan lainnya,” ungkapnya.

(Fery pdm /.Iwan )