Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya menggelar dialog terbuka dengan warga binaan pada Selasa, 18 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menampung aspirasi, keluhan, serta masukan dari warga binaan guna meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas pemasyarakatan.

Kepala Rutan Surabaya, Tomi Elyus, bersama jajaran pejabat Rutan, turun langsung ke blok hunian untuk berdialog dengan para warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, Tomi Elyus menegaskan pentingnya komunikasi dua arah guna memastikan bahwa setiap warga binaan mendapatkan hak-haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Mahalnya Biaya Atap Dan Kelengkapan Untuk Los Di Keluhkan Para Pedagang Pasar Mandiraja

“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan merasa didengar dan mendapatkan hak-haknya sesuai aturan yang berlaku,” ujar Tomi Elyus.

Dalam dialog ini, sejumlah warga binaan menyampaikan berbagai keluhan dan usulan, di antaranya terkait perbaikan fasilitas kamar, peningkatan kualitas makanan, serta akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan. Selain itu, mereka juga berharap adanya tambahan program pelatihan keterampilan yang dapat membantu mereka dalam proses reintegrasi sosial setelah bebas.

Baca Juga:  Layang-Layang Jadi Ikon Baru Salatiga, Wakil Wali Kota Dukung “Pelangi” Terbangkan Event Budaya Kota

Menanggapi hal tersebut, Tomi Elyus menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih baik dan humanis.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih baik dan humanis,” tambahnya.

Baca Juga:  Edukasi Hukum dan Gender, Mahasiswa UIN Salatiga Beri Penyuluhan bagi Warga Binaan

Dialog terbuka ini merupakan bentuk nyata transparansi dan responsivitas Rutan Surabaya dalam memberikan pelayanan yang lebih baik bagi warga binaan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sistem pemasyarakatan dapat semakin inklusif dan berorientasi pada pembinaan, sehingga warga binaan dapat menjalani masa hukuman dengan lebih baik serta memiliki bekal untuk kembali ke masyarakat. (*)