Laporan: Ninis Indrawati

PASURUAN | SUARAGLOBAL.COM – Suasana duka mendalam menyelimuti rumah keluarga Haidar (7), bocah malang yang menjadi korban penganiayaan berat di Dusun Areng-areng Selatan, Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo. Tragedi memilukan ini terjadi pada Sabtu (9/8/2025) siang, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Sebagai wujud kepedulian, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan beserta jajaran mendatangi rumah duka pada Senin (11/8/2025). Dalam kesempatan itu, Kapolres menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum serta menyampaikan belasungkawa secara langsung.

Baca Juga:  Keamanan Prioritas Utama, Polsek Sidomukti Berikan Arahan Kamtibmas kepada Petugas Keamanan PT. Kievit Indonesia 

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Pasuruan, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Kami berkomitmen mengusut tuntas kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar AKBP Dani.

Kapolres juga mengimbau keluarga untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian. Ia menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara transparan dan adil, demi memastikan keadilan bagi korban.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Resmikan Gedung Naya Agra Ditreskrimsus, Dorong Layanan Publik Lebih Cepat dan Profesional

Usai mengunjungi rumah duka, rombongan Polres Pasuruan meninjau langsung lokasi kejadian di rumah terduga pelaku yang ternyata masih bertetangga dengan korban. Kapolres meminta masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya penyidikan atau melanggar hukum.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku penganiayaan adalah tetangga korban sendiri, yang kini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Haidar, siswa kelas 1 SD, ditemukan tewas dengan luka parah di bagian kepala, menimbulkan keprihatinan mendalam terhadap maraknya kasus kekerasan terhadap anak.

Baca Juga:  Terkait Pelarangan Liputan Wartawan Di Ruangan Pleno Kecamatan Waelata, Dandim 1506 Tegaskan Tidak Punya Wewenang Untuk Melarang

Kunjungan Kapolres turut didampingi oleh Camat Wonorejo Mulyohadi dan Kepala Desa Sambisirah Abdul Rokhim. Kehadiran aparat di tengah keluarga korban diharapkan mampu memberikan dukungan moral sekaligus menegaskan komitmen aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini dengan tegas dan profesional. (*)