Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Kabupaten Sidoarjo berhasil masuk sebagai salah satu nominasi Kabupaten Terinovatif dalam ajang prestisius Innovative Government Award (IGA) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia. Dengan mengusung dua inovasi andalan, yaitu aplikasi Kopi Pahit dan program Sido Resik, Sidoarjo menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Aplikasi Kopi Pahit (Kompilasi Inovasi Porong Cegah dan Atasi Stunting) menjadi salah satu terobosan digital yang dirancang untuk membantu menurunkan angka stunting di Sidoarjo.

Baca Juga:  Polres Tuban Tingkatkan Pengamanan Malam Hari Jelang Pengesahan Warga Baru PSHT

Aplikasi ini menawarkan pendekatan komprehensif dalam mengatasi stunting dengan memanfaatkan data kesehatan, edukasi gizi, serta keterlibatan para pemangku kepentingan di sektor kesehatan dan sosial.

Program ini dirancang untuk memberikan intervensi cepat dan tepat guna, memastikan kesehatan anak-anak di daerah tersebut terpantau dengan baik.

Baca Juga:  Kodim Pati Gaet Pakar Mikroba Lampung: Dorong Babinsa Jadi Agen Pertanian Ramah Lingkungan

Di sisi lain, program Sido Resik (Sidoarjo Revitalisasi Fungsi Kali) menjadi inovasi non-digital yang mendapat perhatian karena mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan dan fungsi sungai.

Melalui program ini, warga diajak aktif dalam membersihkan serta merawat aliran sungai di wilayah mereka, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mengurangi risiko banjir.

Baca Juga:  Solusi Sampah Berkelanjutan: Kabupaten Semarang Perkenalkan \"Keripik Sampah\" sebagai Energi Alternatif

Tim penilai IGA 2024 melakukan kunjungan lapangan pada Kamis (14/11) untuk menilai langsung pelaksanaan kedua inovasi tersebut. Kunjungan ini dipimpin oleh Drs. Awan Yanuarko, M.Si,

Analis Kebijakan Ahli Madya dari BSKDN Kemendagri, yang didampingi oleh Pjs. Bupati Sidoarjo Muhammad Isa Ansori, Sekda Fenny Apridawati, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sidoarjo.

Baca Juga:  Bersatu Lawan Banjir: Gotong Royong Bersihkan Kali Ulo di Magetan

Tim penilai memulai peninjauan dengan mendengarkan presentasi mendalam tentang aplikasi Kopi Pahit di pendopo Delta Wibawa. Mereka kemudian diajak mengunjungi Desa Sumorame di Kecamatan Candi, lokasi pelaksanaan program Sido Resik yang memanfaatkan Dermaga Sungai Cimorame.

 

Selanjutnya, tim melanjutkan kunjungan ke Desa Kedungcangkring di Kecamatan Jabon, di mana Kanal Mobel yang menjadi juara pertama Sido Resik 2023 disorot sebagai contoh keberhasilan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

Baca Juga:  Jaga Kebugaran! Rutan Salatiga Rutin Gelar Senam Bersama, Tingkatkan Kesehatan Warga Binaan

Pjs. Bupati Muhammad Isa Ansori menyampaikan rasa syukurnya atas kunjungan tim penilai ini. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Sidoarjo mengajukan sebanyak 123 inovasi dalam IGA 2024, di mana dua di antaranya, Kopi Pahit dan Sido Resik, berhasil masuk tahap penilaian lebih lanjut. “Proses ini menjadi momentum penting bagi kami untuk terus memperkuat pelayanan publik melalui inovasi-inovasi yang berdampak nyata,” ungkapnya.

Sebelum kunjungan lapangan ini, Pjs. Bupati juga telah memaparkan dua inovasi tersebut secara daring di hadapan panelis IGA pada 29 Oktober lalu.

Baca Juga:  Polres Sampang Gagalkan Penyelundupan 9 Ton Pupuk Subsidi

Menurutnya, partisipasi Sidoarjo dalam IGA 2024 bukan hanya sebagai kompetisi, melainkan dorongan untuk mempertahankan standar tinggi dalam pelayanan publik yang inovatif.

Ketua Tim Penilai, Drs. Awan Yanuarko, M.Si, menuturkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa apa yang telah dipresentasikan dalam paparan daring sejalan dengan realitas di lapangan.

Baca Juga:  Bendungan Bagong, Harapan Baru Ketahanan Pangan dan Daya Saing Trenggalek: DPRD Jatim Dorong Proyek Rampung Tepat Waktu

Ia juga menekankan pentingnya melihat dampak konkret dari kedua inovasi tersebut serta partisipasi aktif dari masyarakat dan instansi terkait.

Kami ingin melihat sejauh mana implementasi program-program ini dan bagaimana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga:  Polisi Berhasil Ungkap Aksi Begal dengan Modus Kempes Ban, Dua Pelaku Ditangkap di Blitar

Dengan penilaian mendalam ini, Kabupaten Sidoarjo berupaya keras menunjukkan bahwa inovasi yang dilakukan bukan hanya terkonsep di atas kertas, melainkan benar-benar diimplementasikan demi kesejahteraan warga.

Kompetisi IGA 2024 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Sidoarjo untuk mengukuhkan posisinya sebagai kabupaten yang inovatif dan berprestasi di tingkat nasional. (*)