Panen Lele di Balik Jeruji! 107 Kg “Berkah Puasa” Rutan Salatiga Jadi Bukti Warga Binaan Tetap Produktif
Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Suasana di Rumah Tahanan Negara Salatiga tampak berbeda, Senin (23/2/2026). Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, bukan hanya aktivitas pembinaan yang berlangsung, tetapi juga panen raya ikan lele seberat 107 kilogram hasil budidaya warga binaan.
Panen ini bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol produktivitas yang terus tumbuh meski di tengah keterbatasan lahan dan suasana bulan puasa. Kolam-kolam sederhana yang dikelola warga binaan membuahkan hasil melimpah, membuktikan bahwa semangat berkarya tak pernah surut.
Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto, menegaskan bahwa keberhasilan panen ini menjadi bukti nyata pemanfaatan lahan sempit secara maksimal sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Walaupun tidak seberapa, ini bukti nyata bahwa dengan lahan terbatas, kami tetap produktif. Panen lele ini juga menjadi sarana edukasi dan asimilasi bagi warga binaan,” ujarnya.
Menurut Anton, budidaya lele tersebut selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta akselerasi kebijakan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dalam memperkuat pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Menariknya, kegiatan budidaya tetap berjalan meski warga binaan tengah menjalani ibadah puasa. Kondisi tersebut tak menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Justru sebaliknya, semangat mereka semakin terpacu untuk membuktikan bahwa masa pembinaan bisa diisi dengan kegiatan produktif.
Hasil panen 107 kilogram lele itu dimanfaatkan untuk dua kepentingan. Sebagian disalurkan untuk kebutuhan dapur sehat rutan guna menunjang asupan gizi warga binaan. Sisanya dibeli petugas dengan harga pasar. Dana yang terkumpul kemudian diputar kembali untuk membeli bibit dan peralatan budidaya berikutnya.
Tak hanya itu, warga binaan yang terlibat langsung dalam pengelolaan program juga menerima premi berupa uang saku sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.
“Alhamdulillah, panen kali ini memberikan manfaat luas. Sebagian hasil kami gunakan untuk membeli bibit dan peralatan pertanian serta perikanan berikutnya. Warga binaan yang mengelola program ini juga menerima premi sebagai uang saku,” jelas Anton.
Program budidaya lele ini menjadi salah satu andalan pembinaan keterampilan kerja di Rutan Salatiga. Harapannya, ketika masa hukuman usai, para warga binaan telah memiliki bekal keahlian yang bisa menjadi pintu rezeki baru saat kembali ke tengah masyarakat.
Di balik jeruji, 107 kilogram lele menjadi bukti bahwa harapan dan produktivitas tetap bisa tumbuh bahkan di lahan yang terbatas sekalipun. (*)


Tinggalkan Balasan