Mukerwil JSIT Jateng Digelar! Kolaborasi & Inovasi Jadi Senjata Tingkatkan Mutu Pendidikan

Laporan: Wahyu Widodo

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah tancap gas menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) selama dua hari, Kamis (30/04/26) hingga Jumat (01/05/26). Bertempat di Gedung RA Kartini BBPMP Jawa Tengah, kegiatan ini menjadi ajang strategis menyatukan langkah demi peningkatan mutu pendidikan berbasis nilai-nilai Islami.

Mengusung tema “Kolaborasi dan Inovasi untuk Penguatan Karakter serta Mutu Pendidikan di Jawa Tengah”, Mukerwil diikuti jajaran lengkap pengurus, mulai dari Dewan Pengurus Wilayah, Dewan Pengawas, hingga Pengurus Daerah dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Turut hadir pula tokoh nasional JSIT, yakni Heri Sucitro dan Zainal Abidin yang memberikan arahan strategis.

Baca Juga:  Turun Lapangan Bersama Warga, Tiga Pilar Jaga Kamtibmas Tambaksari

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Hananto Widhiaksono, menegaskan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap kerangka kerja organisasi atau framework JSIT.

“Ini menjadi hal yang urgen bagi seluruh pengurus, baik pusat, wilayah, maupun daerah, agar mampu mengimplementasikan framework JSIT secara efektif. Dengan begitu, visi besar organisasi dapat tercapai melalui sinergi lintas bidang,” tegas Hananto.

Ia menambahkan, visi tersebut mencakup penguatan literasi kebaikan dalam bingkai Islam, peningkatan kompetensi profesional, hingga pengembangan kemandirian. Semua itu dijalankan melalui lima strategi utama dan sembilan program nasional yang telah dirancang matang.

Baca Juga:  Polres Sampang Berikan Pelayanan Khusus SIM untuk Penyandang Disabilitas dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-78

Sementara itu, Heri Sucitro menyoroti tantangan dunia pendidikan di era modern yang kian kompleks, terutama menghadapi generasi Alpha.

“Inovasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Perkembangan teknologi memaksa lembaga pendidikan, termasuk Sekolah Islam Terpadu, untuk terus kreatif menemukan solusi. Di situlah nilai tambah sekaligus penguatan karakter Islami bisa diwujudkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Gerak Cepat 100 Hari: Bupati Buru Dapat Apresiasi KAMMI atas Aksi Perbaikan Jalan di Namlea

Lebih lanjut, ia mendorong JSIT Jawa Tengah menjadi pusat sinergi dan kolaborasi, termasuk dalam berbagi modul pembelajaran, praktik terbaik (best practices), hingga standarisasi mutu pendidikan.

Hari pertama Mukerwil diisi dengan pemantapan program kerja dari masing-masing bidang dan subbidang, dilanjutkan dengan presentasi strategis. Sementara hari kedua difokuskan pada penyampaian hasil rumusan kepada seluruh pengurus daerah sebagai panduan implementasi ke depan.

Mukerwil ini diharapkan menjadi titik tolak penguatan peran JSIT dalam mencetak generasi unggul, berkarakter Islami, sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!