Birokrasi Cerdas Berbasis AI, Kominfo Jatim Siapkan ASN Jadi Agen Transformasi Digital

Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi era transformasi digital. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Timur, langkah besar dilakukan dengan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI guna mempercepat adaptasi aparatur sipil negara (ASN) terhadap perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).
Kolaborasi strategis tersebut dibahas dalam rapat koordinasi daring yang digelar pada Jumat (5/6/2026). Pertemuan itu menjadi momentum penting bagi kedua lembaga dalam merancang berbagai program peningkatan kapasitas ASN, khususnya melalui pelatihan AI Agent yang kini menjadi salah satu teknologi paling berkembang di dunia.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan birokrasi yang lebih modern, responsif, dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik di era digital.
Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Kominfo Jawa Timur, Gugi Alifrianto Wicaksono, menegaskan bahwa penguatan kompetensi digital ASN menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini.
Menurutnya, ASN tidak cukup hanya memahami teknologi secara umum, tetapi juga harus mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kominfo Jawa Timur terus memperkuat kapasitas SDM digital agar seluruh perangkat daerah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat. AI menjadi salah satu teknologi yang harus segera dipahami dan dimanfaatkan secara optimal,” ujar Gugi.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Komdigi menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan birokrasi modern. Melalui pelatihan AI Agent, ASN diharapkan mampu memanfaatkan teknologi AI dalam berbagai aspek pemerintahan, mulai dari pengelolaan data, analisis informasi, hingga pengambilan keputusan berbasis data yang lebih akurat.
Tak hanya itu, teknologi AI juga diyakini mampu membantu mempercepat proses administrasi serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik yang selama ini menjadi tuntutan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Noor Izza, menyatakan bahwa transformasi digital tidak akan berjalan optimal tanpa didukung aparatur yang memiliki kompetensi memadai.
Karena itu, Komdigi terus mendorong penguatan kemampuan ASN di bidang kecerdasan artifisial agar mampu mengikuti perkembangan teknologi global yang semakin dinamis.
Menurut Noor Izza, AI Agent memiliki potensi besar untuk membantu pemerintah dalam berbagai tugas strategis, termasuk memantau isu publik secara real time, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta mendukung penyusunan kebijakan berbasis data yang lebih cepat dan tepat sasaran.
“Pemanfaatan AI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Pemerintah harus mampu mengoptimalkan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam kerja sama tersebut, sejumlah materi pelatihan yang telah disiapkan antara lain AI Agent for Issue and Disinformation Intelligent, AI Agent Digital Teaching Mastery, AI Agent Dashboard for Public Administration, AI Agent Curriculum and Learning Development, AI Agent for Government Branding and Reputation, serta AI Agent Digital Public Communication.
Beragam materi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada ASN mengenai pemanfaatan AI di berbagai bidang pemerintahan, mulai dari komunikasi publik, pengelolaan informasi, pendidikan digital, hingga penguatan reputasi institusi pemerintah.
Program ini juga mendapat dukungan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur dan Balai Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital (BLSDM Komdigi). Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bukti kuat bahwa transformasi digital membutuhkan kolaborasi lintas lembaga agar berjalan efektif dan berkelanjutan.
Melalui sinergi ini, Kominfo Jatim dan Komdigi menargetkan peningkatan signifikan kompetensi ASN di Jawa Timur. Harapannya, aparatur pemerintah semakin siap menghadapi tantangan era digital sekaligus mampu menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, efisien, transparan, dan berbasis teknologi.
Dengan langkah tersebut, Jawa Timur berupaya menempatkan diri sebagai salah satu daerah terdepan dalam penerapan teknologi kecerdasan artifisial di lingkungan pemerintahan, sekaligus menjadi contoh transformasi birokrasi digital di Indonesia. (*)








Tinggalkan Balasan