Laporan: Yopi

JAKARTA | SUARAGLOBAL.COM – Minat generasi muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus menunjukkan tren menggembirakan. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 yang mencatat pertumbuhan signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Data tersebut terungkap dalam forum Scoring dan Sidang Kelulusan UM-PTKIN 2026 yang diselenggarakan Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN di The Grand Platinum Hotel, Jakarta, Sabtu (28/6/2026).

Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., yang hadir memberikan arahan kepada para rektor dan pimpinan PTKIN se-Indonesia menegaskan bahwa PTKIN memiliki peran strategis yang tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai institusi dakwah yang bertugas membangun karakter generasi bangsa.

Menurut Menag, proses penerimaan mahasiswa baru bukan sekadar agenda administratif tahunan, melainkan investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan global.

Baca Juga:  Juru Parkir Gelapkan Motor Teman, Kini Pelaku Harus Mempertanggungjawabkan Perbuatannya 

“Proses penerimaan mahasiswa baru adalah gerbang awal. Dari sinilah kita menyaring calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik dan menguasai teknologi, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai moderasi beragama,” tegas Nasaruddin Umar.

Ia menambahkan, PTKIN memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan lulusan yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, sekaligus mampu menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara melalui penguatan nilai-nilai keagamaan yang moderat.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag., mengapresiasi keberhasilan transformasi digital yang terus dikembangkan dalam sistem UM-PTKIN.

Menurutnya, digitalisasi layanan penerimaan mahasiswa baru telah memperkuat integritas proses seleksi sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap PTKIN.

Baca Juga:  Dua Pelaku Curanmor di Surabaya Dilumpuhkan Jatanras Saat Beraksi di Karang Gayam

“Kepercayaan masyarakat adalah aset tertinggi kami. Integritas seleksi yang profesional, objektif, dan akuntabel menjadi kunci utama mengapa institusi PTKIN kian diminati sebagai destinasi pendidikan tinggi utama di Indonesia,” ujar Amien Suyitno.

Ia menilai sinergi antarkampus PTKIN dalam pengembangan teknologi informasi telah memberikan kemudahan bagi calon mahasiswa sekaligus memastikan proses seleksi berlangsung secara transparan dan kredibel.

Sementara itu, Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I., memaparkan capaian positif penyelenggaraan UM-PTKIN tahun ini.

Berdasarkan data panitia, sebanyak 142.836 siswa telah membuat akun pendaftaran. Dari jumlah tersebut, 118.524 peserta memilih program studi, sedangkan 111.353 peserta berhasil menyelesaikan proses finalisasi pendaftaran.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2024, jumlah peserta yang melakukan finalisasi tercatat sebanyak 95.321 orang, meningkat menjadi 102.445 peserta pada 2025, dan kembali melonjak menjadi 111.353 peserta pada 2026.

Baca Juga:  Respons Cepat TNI dalam Penanganan Dampak Gempa di Manado dan Sekitarnya

“Angka finalisasi tahun ini menunjukkan grafik pertumbuhan yang sangat konsisten dibandingkan dua tahun sebelumnya. Ini membuktikan bahwa PTKIN semakin kompetitif dan memikat bagi lulusan SMA, MA, SMK maupun pesantren,” jelas Abd. Aziz.

Panitia Nasional PMB PTKIN juga mengumumkan bahwa hasil seleksi UM-PTKIN 2026 akan diumumkan pada 30 Juni 2026 pukul 15.00 WIB. Seluruh peserta dapat mengakses hasil kelulusan melalui laman resmi pengumuman UM-PTKIN.

Peningkatan jumlah pendaftar tahun ini menjadi sinyal kuat bahwa PTKIN semakin dipercaya sebagai pilihan utama pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. Selain menawarkan kualitas akademik yang terus berkembang, PTKIN juga dinilai berhasil mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pembentukan karakter dan moderasi beragama sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul. (*)