Heboh Video Perundungan Pelajar SMP di Grobogan, Korban Dipukuli Hingga Pingsan, Kini Ditangani Unit PPA

Laporan: Bayu S
GROBOGAN | SUARAGLOBAL.COM – Aksi perundungan yang melibatkan sejumlah pelajar SMP di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mendadak menjadi perhatian setelah rekamannya beredar luas di media sosial.
Video berdurasi sekitar 51 detik tersebut memperlihatkan seorang pelajar menjadi sasaran kekerasan oleh remaja lain di sebuah saluran irigasi di wilayah Dusun Beni, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari.
Dalam rekaman itu tampak dua remaja terlibat perkelahian. Seorang remaja yang mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam terlihat menyerang korban hingga terjatuh.
Korban kemudian mengalami sejumlah tindakan kekerasan hingga tidak mampu melawan. Aksi tersebut berlangsung di saluran irigasi yang kondisinya tampak mengering.
Yang membuat video tersebut semakin menjadi sorotan adalah keberadaan sejumlah remaja lain di sekitar lokasi. Mereka terlihat menyaksikan kejadian tersebut, bahkan beberapa di antaranya tampak tertawa.
Video tersebut kemudian diunggah akun Instagram @seputargrobogan.id dan menyebar di media sosial.
Berdasarkan informasi yang menyertai unggahan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban dan sejumlah remaja lainnya disebut sedang bermain bersama di saluran irigasi yang mengering.
Orangtua Korban Langsung Melapor
Kasus tersebut tidak berhenti sebagai peristiwa yang viral di media sosial. Orangtua korban kemudian membawa persoalan itu ke jalur hukum.
Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Taufik Frida Mustofa membenarkan adanya laporan terkait dugaan perundungan yang melibatkan sejumlah remaja.
Laporan tersebut diterima Polsek Wirosari pada Jumat (11/9/2026), atau sehari setelah kejadian.
“Laporan diterima di Polsek Wirosari. Sedang dalam penanganan Unit Reskrim dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres,” ujar Frida saat dihubungi wartawan, Sabtu (19/9/2026).
Polisi memastikan pihak-pihak yang terlibat masih berusia belasan tahun dan berstatus sebagai pelajar SMP.
“Masih pelajar. Umurnya belasan,” jelasnya.
Berawal dari Saling Ejek
Dari pemeriksaan sementara, polisi menemukan dugaan bahwa kejadian tersebut bermula dari kesalahpahaman ketika para remaja sedang bermain bersama.
Situasi kemudian memanas setelah terjadi saling ejek. Perselisihan yang awalnya terjadi di antara mereka akhirnya berkembang menjadi tindakan kekerasan terhadap korban.
“Lima orang sudah diperiksa. Salah paham saat bermain, kemudian saling ejek,” kata Frida.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara utuh rangkaian kejadian serta peran masing-masing remaja yang berada di lokasi.
Pemeriksaan tidak hanya diarahkan kepada remaja yang diduga melakukan kekerasan, tetapi juga pihak-pihak yang mengetahui atau menyaksikan kejadian tersebut.
Korban Alami Luka Ringan
Di tengah perhatian publik terhadap video tersebut, polisi menyampaikan bahwa kondisi korban saat dimintai keterangan berada dalam keadaan baik.
Dari pemeriksaan awal, korban disebut mengalami luka ringan berupa lecet.
“Hasil keterangan awal, hanya luka ringan, lecet-lecet. Pada saat diambil keterangan korban dalam keadaan sehat dan baik,” ungkap Frida.
Meski demikian, polisi masih terus mendalami kasus tersebut. Penanganan juga melibatkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Grobogan, mengingat korban maupun terduga pelaku masih berada di usia anak.
Kasus ini sekaligus menjadi perhatian terhadap fenomena perundungan di kalangan pelajar. Perselisihan yang bermula dari persoalan sepele, seperti saling ejek saat bermain, dapat berkembang menjadi persoalan serius ketika tidak segera dihentikan.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan kronologi kejadian serta menentukan langkah penanganan selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku. (*)












Tinggalkan Balasan