Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan. Kali ini, perusahaan memperkuat sinergi dengan Badan Pengurus Daerah Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPD GINSI) Jawa Timur melalui audiensi yang berlangsung di Surabaya, Selasa (7/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi antara operator terminal dan para pelaku usaha impor. Tujuannya jelas, yakni menghadirkan pelayanan terminal yang semakin prima sekaligus mendukung kelancaran arus logistik nasional yang menjadi salah satu urat nadi perekonomian Indonesia.

Audiensi dihadiri langsung Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, didampingi Terminal Head TPK Teluk Lamong Pierre Rochel T beserta jajaran senior leader perusahaan. Sementara dari BPD GINSI Jawa Timur hadir Ketua Hana Beladina Lutfifi, Sekretaris Warsidi, serta sejumlah pengurus dan anggota GINSI Jawa Timur.

Suasana diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif. Berbagai isu strategis terkait pelayanan terminal dibahas secara mendalam, mulai dari perkembangan layanan operasional, penyampaian aspirasi pengguna jasa, hingga evaluasi berbagai tantangan yang masih dihadapi para importir.

Baca Juga:  Dendam Lama Berujung Pengeroyokan di Nganjuk, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menyampaikan apresiasi atas kunjungan BPD GINSI Jawa Timur. Menurutnya, komunikasi yang intensif dengan para pengguna jasa merupakan bagian penting dari strategi perusahaan dalam menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas dan sesuai kebutuhan pelanggan.

Ia menegaskan bahwa Terminal Teluk Lamong terus melakukan berbagai inovasi berbasis customer experience agar aktivitas logistik berlangsung lebih nyaman, cepat, dan efisien.

Salah satu inovasi tersebut adalah penyediaan shelter waiting area, yaitu area tunggu khusus bagi truk sebelum melakukan proses pemuatan kontainer ke kapal. Fasilitas ini diharapkan mampu menciptakan arus kendaraan yang lebih tertib sekaligus mengurangi kepadatan di area terminal.

Selain itu, PT Terminal Teluk Lamong juga terus mengoptimalkan Terminal Booking System (TBS) yang telah memasuki fase kedua sejak Maret 2026. Sistem digital tersebut dirancang untuk mengatur jadwal kedatangan truk secara lebih terstruktur sehingga potensi antrean panjang, khususnya pada jam-jam sibuk (peak hours), dapat diminimalkan.

“Dengan mengedepankan customer experience, dalam memitigasi antrean truk yang terjadi di area Terminal Teluk Lamong, saat ini TTL menerapkan Terminal Booking System (TBS) yang sudah memasuki fase kedua, serta penyediaan shelter waiting area sebagai area tunggu truk sebelum memuat kontainer ke kapal,” ujar David.

Baca Juga:  Tuntut Kenaikan UMK Rp 2,7 Juta, Ratusan Buruh Turun Ke Jalan

Menurut manajemen TTL, implementasi TBS telah menunjukkan hasil positif. Pola kedatangan kendaraan kini lebih teratur sehingga kondisi antrean yang sebelumnya menjadi perhatian para pengguna jasa mulai dapat dikendalikan dengan lebih baik.

Di sisi lain, Ketua BPD GINSI Jawa Timur, Hana Beladina Lutfifi, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan manajemen PT Terminal Teluk Lamong dalam menerima berbagai masukan dari para importir.

Ia menilai forum dialog seperti ini sangat penting karena mampu mempererat hubungan antara operator terminal dengan pengguna jasa sekaligus meningkatkan pemahaman para anggota GINSI mengenai berbagai inovasi yang telah diterapkan Terminal Teluk Lamong.

“Semoga pertemuan ini dapat meningkatkan pemahaman para anggota GINSI tentang perkembangan dan inovasi yang telah dilakukan Terminal Teluk Lamong saat ini,” ungkap Hana.

Dalam sesi diskusi, para anggota GINSI juga menyampaikan sejumlah masukan terkait pelayanan operasional terminal. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain mengenai closing time kapal, penanganan antrean kendaraan saat peak hours, mekanisme tracing container, hingga transparansi informasi mengenai jadwal kedatangan kapal.

Baca Juga:  Barantin Perketat Pengawasan Impor Ternak Australia Demi Ketahanan Pangan Nasional

Manajemen Terminal Teluk Lamong merespons seluruh masukan tersebut secara terbuka. Perusahaan menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan pelayanan demi menciptakan sistem operasional yang semakin efektif dan memberikan kepastian bagi para pengguna jasa.

TTL juga berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk BPD GINSI Jawa Timur, dapat ikut mendukung implementasi Terminal Booking System (TBS) melalui sosialisasi kepada para anggotanya. Dengan dukungan bersama, manfaat sistem tersebut diharapkan dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh pelaku usaha serta semakin memperkuat kelancaran arus logistik nasional.

Melalui sinergi yang terus diperkuat antara operator terminal dan asosiasi importir, PT Terminal Teluk Lamong optimistis mampu menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin modern, efisien, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan, sekaligus menjadi pilar penting dalam mendukung daya saing logistik Indonesia. (*)