Laporan: Budi Santoso

NGAWI | SUARAGLOBAL.COM – Lapangan Merdeka Kecamatan Sine berubah menjadi pusat geliat ekonomi desa. Ratusan warga memadati lokasi pembukaan Gebyar BUMDes DAPM Tahun 2026 yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi, Sabtu (11/7/2026).

Ajang tahunan yang mempertemukan pelaku Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) dari 19 kecamatan se-Kabupaten Ngawi itu resmi dibuka oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono.

Sejak pagi, suasana berlangsung semarak. Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sebelum membuka kegiatan secara resmi, Bupati Ony didampingi Kepala DPMD Kabupaten Ngawi Budi Santoso, Camat Sine Agus Dwi Narimo, jajaran Forkopimcam, serta rombongan lainnya berkeliling mengunjungi seluruh stan BUMDes DAPM yang menampilkan beragam produk unggulan desa.

Baca Juga:  Diduga Korsleting Listrik Picu Kebakaran Kamar di Ruko I2nd Store Jalan Sukowati Salatiga

Berbagai hasil usaha masyarakat dipamerkan, mulai dari produk olahan pangan, kerajinan, hingga potensi ekonomi lokal yang menjadi kebanggaan masing-masing kecamatan. Kehadiran para pelaku usaha desa menjadi bukti bahwa BUMDes terus berkembang sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Dalam sambutannya, Bupati Ony Anwar Harsono menegaskan bahwa Gebyar BUMDes DAPM merupakan agenda rutin tahunan yang selalu digelar berpindah-pindah lokasi agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat Ngawi.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pameran, tetapi menjadi sarana memperkenalkan berbagai produk unggulan desa sekaligus memperluas peluang pemasaran sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui Gebyar BUMDes DAPM ini kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi desa, memperkenalkan produk-produk unggulan kepada masyarakat, sekaligus mengangkat potensi lokal agar Ngawi semakin tumbuh, berdaya, dan berbudaya,” ujar Ony.

Sementara itu, Ketua Panitia Paidi melalui Kepala Dinas PMD Kabupaten Ngawi, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Gebyar BUMDes tahun ini dilaksanakan tanpa dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Ngawi akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Tegas: TNI Harus Dipimpin Pemimpin Teladan dan Profesional, Bukan Berdasarkan Senioritas

Meski demikian, semangat seluruh pengurus BUMDes dan DAPM tetap tinggi sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik berkat kerja sama seluruh pihak.

“Kami berharap pada tahun mendatang kegiatan ini kembali memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah daerah agar pelaksanaannya dapat lebih maksimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkap Budi Santoso.

Usai membuka acara, Bupati Ony Anwar Harsono juga menyerahkan sejumlah bantuan sosial kepada pengurus BUMDes. Bantuan tersebut meliputi jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun berkala setiap bulan, serta santunan kematian kepada ahli waris almarhum Paimin, pengurus BUMDes Kecamatan Widodaren.

Baca Juga:  Residivis Berkedok \"Ustaz Sakti\" Kembali Ditangkap: Penipuan Bermodus Ritual Gaib Berakhir di Tangan Polisi

Momen penyerahan bantuan itu menjadi salah satu perhatian masyarakat yang hadir dan mendapat apresiasi sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap para penggerak ekonomi desa.

Kemeriahan Gebyar BUMDes DAPM semakin terasa dengan hadirnya hiburan rakyat yang mengundang antusiasme pengunjung. Siang hari masyarakat disuguhkan alunan musik Campursari Kidung Panjalu, sementara pada malam puncak acara warga Kecamatan Sine dan sekitarnya dihibur pertunjukan seni budaya ketoprak Sri Kartiko Budoyo dari Blora, Jawa Tengah, yang membawakan lakon legendaris “Aryo Penangsang Lahir.”

Perpaduan antara pameran ekonomi desa dan hiburan budaya tradisional membuat Gebyar BUMDes DAPM 2026 menjadi magnet bagi masyarakat. Selain menjadi ajang promosi produk lokal, kegiatan ini juga memperkuat semangat gotong royong, pelestarian budaya, dan kebangkitan ekonomi desa di Kabupaten Ngawi. (*)