Tercium Aroma Sabotase! Polisi Selidiki Dugaan Peracunan Kolam Lele Milik Koperasi Desa

Laporan: Wahyu Widodo
BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Suasana Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Ngablak, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, mendadak geger setelah sekitar 5.000 ekor ikan lele yang dibudidayakan di salah satu kolam ditemukan mati massal. Peristiwa yang diketahui pada Kamis (16/7/2026) itu diduga kuat akibat aksi peracunan yang kini masih didalami jajaran Polsek Wonosegoro bersama Polres Boyolali.
Akibat kejadian tersebut, koperasi desa diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp5 juta. Ribuan ikan lele berusia sekitar 45 hari itu ditemukan mengambang di permukaan air tanpa tanda-tanda kehidupan.
Kapolsek Wonosegoro IPTU Hidayat Seno Harjanto, S.H., M.H. menjelaskan, kejadian bermula ketika salah seorang pengelola kolam datang untuk memberikan pakan sekitar pukul 18.30 WIB. Namun, kondisi kolam nomor C5 terlihat berbeda dibanding kolam lainnya.
“Ikan di kolam tersebut tidak memberikan respons saat diberi pakan dan banyak yang sudah mengambang di permukaan air,” jelasnya.
Merasa ada kejanggalan, pengelola kemudian menguras kolam. Saat itulah ditemukan sebuah benda berwarna putih yang diduga kapur barus (camper) berada di dasar kolam. Temuan tersebut langsung memunculkan dugaan adanya unsur kesengajaan.
Menerima laporan dari warga, personel Polsek Wonosegoro bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
Selain itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu butir kapur barus yang diduga menjadi penyebab pencemaran kolam, sampel air, serta beberapa ekor ikan lele yang mati untuk kepentingan penyelidikan.
Tak hanya itu, penyidik juga menggandeng berbagai instansi guna memastikan penyebab kematian ribuan ikan tersebut. Koordinasi dilakukan dengan Unit Resmob Polres Boyolali, Puskesmas Wonosamodro, Puskeswan Karanggede, hingga Labkesda Kabupaten Boyolali untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel yang telah diamankan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih, S.H. membenarkan adanya laporan dugaan peracunan tersebut. Menurutnya, penyelidikan masih terus berjalan dan polisi belum menyimpulkan penyebab pasti sebelum hasil laboratorium keluar.
“Penyidik masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab kematian ikan sekaligus mengungkap siapa pelaku dan apa motifnya,” terang AKP Winarsih.
Polres Boyolali juga mengajak masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melapor kepada kepolisian. Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus dugaan peracunan yang merugikan koperasi desa tersebut.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami seluruh kemungkinan, termasuk dugaan adanya unsur sabotase maupun faktor lain yang menyebabkan ribuan ikan lele mati secara massal. Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan penyebab pasti dan langkah hukum selanjutnya. (*)












Tinggalkan Balasan