Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Kota Salatiga benar-benar berpesta. Ribuan warga dari berbagai penjuru memadati sepanjang Jalan Diponegoro, Minggu (19/7/2026), untuk merayakan Festival Rakyat dalam rangka Hari Jadi Kota Salatiga ke-1276. Sejak pagi hingga malam hari, kawasan pusat kota berubah menjadi lautan manusia yang menikmati suguhan seni budaya, berburu kuliner dan produk UMKM, hingga larut dalam euforia nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.

Festival ini menjadi magnet besar yang menyatukan seluruh elemen masyarakat. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga wisatawan tampak larut dalam suasana penuh kegembiraan. Wajah-wajah sumringah menghiasi setiap sudut kawasan festival yang dipenuhi aneka hiburan dan aktivitas ekonomi kreatif.

Acara dibuka dengan penampilan Band Lansia yang sukses menghibur pengunjung. Penampilan para musisi senior tersebut mendapat sambutan meriah karena mampu menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus semangat kebersamaan.

Baca Juga:  Surabaya Batasi Jam Malam Anak, DPRD Jatim: Peran Keluarga Jadi Kunci Sukses

Suasana semakin semarak ketika Tari Perang Kembang dan Tari Wakul Ayu tampil memukau. Keindahan gerak para penari menjadi simbol kuat bahwa kekayaan budaya Salatiga tetap hidup dan dicintai masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Tak hanya menjadi panggung budaya, Festival Rakyat juga menjadi surga bagi pecinta kuliner dan produk lokal. Ratusan stan UMKM berjajar memenuhi kawasan festival dengan menawarkan beragam makanan khas, minuman tradisional, kerajinan tangan, produk fesyen hingga berbagai karya kreatif masyarakat.

Sejak siang hingga sore, stan-stan UMKM tak pernah sepi pengunjung. Banyak pelaku usaha mengaku dagangannya laris manis berkat tingginya antusiasme masyarakat yang ingin menikmati sekaligus mendukung produk lokal.

Memasuki malam hari, kemeriahan berlanjut dengan agenda yang paling ditunggu-tunggu, yakni nonton bareng Piala Dunia 2026 antara Perancis melawan Inggris yang digelar di halaman Makorem 073/Makutarama.

Baca Juga:  Jelang Lebaran, Pemkab Sidoarjo Ngebut Perbaikan 445 Titik Jalan Guna Kelancaran Mudik

Ribuan pasang mata larut dalam atmosfer pertandingan. Sorak-sorai penonton menggema setiap kali peluang emas tercipta di lapangan, menjadikan nobar bukan sekadar menyaksikan sepak bola, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antara TNI, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat.

Danrem 073/Makutarama, Kolonel Arm Ezra Nathanael, S.Kom., M.M., M.Han., menegaskan bahwa Hari Jadi Kota Salatiga bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Festival rakyat ini menunjukkan bahwa budaya, UMKM, dan olahraga mampu menjadi perekat persatuan. Ketika masyarakat berkumpul dalam suasana yang aman dan penuh kegembiraan, maka semangat gotong royong akan semakin kuat. Korem 073/Makutarama akan terus mendukung kegiatan yang mempererat kebersamaan serta mendorong kemajuan Kota Salatiga,” ujar Danrem.

Baca Juga:  Seorang Lansia Tenggelam di Waduk Kedung Ombo: Polsek Kemusu Bergerak Cepat Evakuasi Korban

Pernyataan tersebut menjadi penegas bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, pelaku usaha, komunitas seni, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun Salatiga yang semakin maju.

Festival Rakyat HUT ke-1276 pun menjadi bukti bahwa perpaduan budaya, ekonomi kreatif, dan olahraga mampu menghadirkan kebersamaan yang nyata. Tidak hanya menghibur masyarakat, kegiatan ini juga menggerakkan roda perekonomian lokal sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap Kota Salatiga.

Dengan semangat guyub, gotong royong, dan kebersamaan yang terpancar sepanjang perayaan, Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga diharapkan menjadi pijakan untuk terus melangkah menuju kota yang semakin maju, harmonis, sejahtera, dan tetap bangga pada budaya serta identitas lokalnya. (*)