Gaspol Pascadiklat! TMI Surabaya Ajak Kader Tancap Gas Jalankan Program Strategis Mantapkan Langkah Demi Pertanian Modern

Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Tak ingin hasil pendidikan dan pelatihan (diklat) berhenti sebatas teori, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Surabaya, Aden Darmawan, S.H., langsung mengajak seluruh kader untuk bergerak cepat menerjemahkan ilmu yang diperoleh menjadi program nyata yang bermanfaat bagi organisasi maupun masyarakat.
Ajakan itu disampaikan Aden saat memimpin rapat konsolidasi DPD TMI Surabaya yang dihadiri jajaran pengurus serta anggota, khususnya para peserta diklat yang sebelumnya mengikuti pelatihan yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) TMI di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batu, Malang.
Suasana rapat berlangsung dinamis. Setiap peserta diklat diminta memaparkan materi, pengalaman, hingga wawasan baru yang mereka peroleh selama mengikuti pelatihan. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh anggota, termasuk yang belum mengikuti diklat, dapat memperoleh manfaat dari ilmu yang telah didapatkan.
Menurut Aden, berbagi pengalaman merupakan bagian penting dalam proses penguatan organisasi. Dengan saling bertukar pengetahuan, seluruh anggota diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai arah pengembangan organisasi sekaligus mampu mengimplementasikan materi pelatihan ke dalam program kerja DPD TMI Surabaya.
“Kami ingin seluruh anggota memiliki semangat yang sama untuk membangun organisasi. Hasil diklat harus menjadi motivasi sekaligus bekal dalam menjalankan berbagai program yang telah kami rancang,” ujar Aden di Surabaya, Minggu (19/7/2026).
Ia menegaskan, hasil pelatihan tidak boleh berhenti sebagai catatan di ruang kelas. Justru, ilmu tersebut harus diwujudkan menjadi langkah-langkah strategis yang mampu memperkuat organisasi sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para pelaku sektor pertanian.
Sebagai tindak lanjut, DPD TMI Surabaya kini tengah menyiapkan sejumlah agenda strategis. Salah satunya adalah menyelenggarakan pelatihan serupa di tingkat DPD agar semakin banyak anggota memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi, kapasitas, serta kemampuan kepemimpinan dalam organisasi.
Program tersebut dinilai penting sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang lebih profesional, tangguh, dan siap menghadapi tantangan pembangunan sektor pertanian yang terus berkembang.
Tak hanya fokus pada peningkatan kualitas SDM, DPD TMI Surabaya juga berkomitmen memperkuat koordinasi dan komunikasi antaranggota maupun pengurus. Aden meyakini kekompakan menjadi modal utama agar setiap program organisasi dapat berjalan secara efektif, terarah, dan berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kader memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan organisasi. Karena itu, seluruh anggota diminta aktif menyampaikan ide, gagasan, serta inovasi yang mampu memperkuat eksistensi TMI Surabaya sebagai organisasi yang berpihak kepada petani.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dijaga agar setiap agenda organisasi dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Melalui rapat konsolidasi pascadiklat tersebut, DPD Tani Merdeka Indonesia Surabaya optimistis mampu memperkokoh fondasi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan sektor pertanian di Kota Surabaya.
Harapannya, seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama diklat dapat diimplementasikan dalam berbagai program kerja yang berdampak positif bagi petani, meningkatkan kualitas organisasi, serta mendukung kemajuan pertanian yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (*)












Tinggalkan Balasan