Laporan: Wahyu Widodo

BOYOLALI | SUARAGLOBAL.COM – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini tak lagi hanya menjadi urusan para ahli teknologi. Generasi pelajar pun dituntut mampu memahami, memanfaatkan, sekaligus menyikapi teknologi tersebut secara bijak.

Semangat itulah yang dibawa Polres Boyolali saat membekali 178 siswa SMK BK Simo, Kabupaten Boyolali, dengan literasi kecerdasan buatan, Kamis (20/8/2026).

Pelatihan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB tersebut dikemas secara interaktif. Para pelajar tidak hanya dijejali materi secara teori, tetapi juga diajak langsung mempraktikkan penggunaan teknologi AI.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program AI Senopati Institute Polres Boyolali, yang diarahkan untuk memperluas pemahaman pelajar terhadap perkembangan teknologi digital sekaligus membangun kesadaran agar AI digunakan untuk hal-hal yang positif, kreatif, produktif, dan bertanggung jawab.

Sejumlah pejabat Polres Boyolali turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Kasatbinmas Polres Boyolali AKP Joni Aryanto, S.Tr.K., S.I.K., Ps. Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Boyolali Iptu Joko Siswanto, S.T., M.M., KBO Satbinmas Iptu Anggun Puspa Regita, S.I.Kom., KRI Satlantas Ipda Gatot Arfiyanto, S.H., serta Kanit Kamsel Satlantas Ipda Nanang DR, S.H.

Baca Juga:  Sertijab Kapolres Pasuruan Berlangsung Khidmat, Harto Agung Resmi Nahkodai Kesatuan

Para peserta juga mendapatkan pendampingan dari para Trainer AI Senopati Institute Polres Boyolali selama proses pembelajaran dan praktik berlangsung.

Dalam pelatihan tersebut, siswa diperkenalkan dengan materi literasi kecerdasan buatan. Materi tidak berhenti pada pengenalan teknologi, tetapi diarahkan agar peserta memahami cara memanfaatkan AI secara tepat dalam kehidupan dan aktivitas pembelajaran.

Menariknya, setiap modul pembelajaran dilengkapi dengan pre-test dan post-test. Mekanisme tersebut digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa sebelum menerima materi dan melihat perkembangan pemahaman setelah pelatihan selesai.

Dengan pola tersebut, kemampuan peserta tidak hanya diukur berdasarkan kehadiran. Pemahaman terhadap materi juga menjadi bagian penting dari rangkaian program.

Saat memasuki sesi praktik, para siswa mendapat pendampingan langsung dari trainer. Pendampingan ini membuat peserta dapat mencoba sekaligus memahami bagaimana materi yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata.

Suasana pelatihan pun berlangsung tertib dan penuh antusias. Para pelajar mengikuti setiap tahapan kegiatan hingga selesai.

Baca Juga:  Ramadhan Lebih Tenang! Polres Probolinggo Kota Perkuat Satkamling Hingga Tingkat Kelurahan

Bagi 178 siswa yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan baik, terdapat apresiasi sekaligus bukti capaian pembelajaran.

Mereka mendapatkan Sertifikat Kompetensi Program Paham AI Literasi Kecerdasan Artificial untuk Pelajar.

Sertifikat tersebut menjadi bagian dari persyaratan kelulusan Program AI Senopati Institute.

Kehadiran sertifikat ini sekaligus menjadi penanda bahwa para peserta telah mengikuti rangkaian pembelajaran dan evaluasi dalam program literasi AI yang diberikan.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi digital, pemahaman semacam ini dinilai penting. Sebab, kemampuan menggunakan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemampuan memilah informasi, memahami risiko, serta bertanggung jawab atas pemanfaatannya.

AI dapat menjadi alat bantu yang sangat berguna ketika digunakan secara tepat. Namun, tanpa pemahaman yang cukup, teknologi juga berpotensi disalahgunakan atau digunakan secara tidak bertanggung jawab.

Karena itu, literasi AI bagi pelajar menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara cerdas.

Baca Juga:  Menjaga Laut, Merajut Iman: Ditpolairud Polda Jatim Berbagi Berkah Ramadan

Polres Boyolali menegaskan dukungannya terhadap kegiatan edukatif yang dapat meningkatkan kapasitas generasi muda.

Pelatihan AI tersebut diharapkan mampu membuka wawasan para pelajar mengenai peluang yang ditawarkan perkembangan teknologi sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya penggunaan teknologi secara aman dan bijaksana.

Dengan bekal tersebut, para siswa diharapkan mampu memanfaatkan AI untuk menunjang kreativitas, produktivitas, pendidikan, maupun berbagai kegiatan positif lainnya.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang adaptif terhadap perubahan zaman. Di tengah kemajuan teknologi yang bergerak cepat, kemampuan beradaptasi menjadi modal penting bagi pelajar untuk menghadapi tantangan masa depan.

Polres Boyolali pun menyatakan akan terus mendukung kegiatan edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kapasitas generasi muda.

Dari ruang kelas SMK BK Simo, 178 pelajar kini mendapat tambahan bekal menghadapi era digital. Bukan sekadar belajar menggunakan AI, tetapi juga belajar memahami bagaimana teknologi tersebut seharusnya digunakan secara positif, kreatif, produktif, aman, dan bertanggung jawab. (*)