Laporan: Tedy M

SUKOHARJO | SUARAGLOBAL.COM – Lantunan sholawat menggema di Lapangan Desa Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (4/10/26). Puluhan ribu jemaah larut dalam suasana religius, memanjatkan doa untuk keselamatan, kedamaian, kesehatan hingga kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

Kegiatan sholawat yang digelar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah itu bukan sekadar perhelatan keagamaan. Di balik lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, terselip pesan tentang kebersamaan, silaturahmi dan upaya merajut kepercayaan antara aparat, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat.

Mengusung tema “Raih Keberkahan, Rajut Kepercayaan”, kegiatan berlangsung penuh khidmat. Ribuan bahkan puluhan ribu jemaah memadati lokasi, mengikuti rangkaian sholawat dan doa bersama.

Suasana semakin semarak ketika Habib Ali Zainal Abidin Assegaf turut hadir dan memimpin lantunan sholawat. Suara jemaah yang bersahut-sahutan membuat lapangan dipenuhi nuansa kebersamaan.

Di tengah kerumunan tersebut, doa dipanjatkan agar Jawa Tengah senantiasa berada dalam suasana aman, damai dan tenteram.

Doa untuk Kejaksaan dan Masyarakat Jawa Tengah

Baca Juga:  Cegah Korban Perundungan, SD Tegalrejo 01 Gandeng PEARL Perkuat Pendidikan Karakter

Kepala Kejati Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Aslinmas Provinsi Jawa Tengah, Teguh Subroto, SH, MH, mengatakan kegiatan sholawat menjadi bagian dari rasa syukur sekaligus ikhtiar batin untuk memohon keberkahan.

Menurut Teguh, doa tidak hanya ditujukan bagi keluarga besar Kejati Jawa Tengah, tetapi juga untuk seluruh masyarakat di Jawa Tengah.

“Dengan sholawat ini, semoga keluarga Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah diberikan kesehatan oleh Allah SWT.

Teman-teman di Jawa Tengah juga sesuai dengan harapan kita dan masyarakat di Jawa Tengah,” ujar Teguh.

Harapan yang disampaikan Teguh kemudian diperluas untuk kehidupan masyarakat secara keseluruhan.

Ia berharap Indonesia senantiasa menjadi negara yang aman, damai dan makmur. Sementara Jawa Tengah diharapkan terus bergerak menuju kondisi masyarakat yang semakin sejahtera.

Pesan tersebut terasa kuat sepanjang kegiatan. Sholawat tidak hanya menjadi rangkaian ritual, tetapi juga ruang untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana yang lebih cair.

Baca Juga:  Langkah Damai Menuju Borobudur: Kapolres Semarang Turun Langsung Kawal Bhiksu Thudong

Ungkapan Syukur Usai Apel Akbar Satlinmas

Kegiatan sholawat juga menjadi ungkapan syukur setelah pelaksanaan Apel Akbar Satlinmas se-Jawa Tengah yang berlangsung di Stadion Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9).

Apel akbar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keberadaan sekaligus peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di tengah masyarakat.

Semangat yang terbangun dalam apel kemudian diteruskan melalui kegiatan keagamaan dan silaturahmi.

Bagi Aslinmas Jawa Tengah, organisasi tidak semata-mata menjadi tempat berkumpul dan melakukan konsolidasi. Lebih jauh, organisasi diarahkan menjadi wadah pemberdayaan serta penguatan peran anggota agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat.

Salah satu perhatian yang didorong adalah pengembangan usaha produktif. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi anggota sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Keberadaan organisasi harus memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam hal konsolidasi, tetapi juga melalui program-program yang menyentuh kebutuhan dan kesejahteraan anggota,” kata Teguh.

Baca Juga:  Tingkatkan Program Pembinaan, Kepala Rutan Salatiga Temui Sekretaris Daerah

Dari Sholawat Menuju Kepercayaan

Lapangan Desa Gentan pada Minggu malam itu akhirnya menjadi ruang perjumpaan banyak kalangan.

Jemaah tidak hanya datang untuk mengikuti lantunan sholawat. Mereka juga bertemu, bersilaturahmi dan berbagi harapan dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

Kehadiran Habib Ali Zainal Abidin Assegaf memberikan warna tersendiri. Lantunan sholawat yang dipimpin bersama membuat suasana lapangan semakin khidmat.

Bagi masyarakat, kegiatan tersebut menghadirkan ruang sederhana tetapi sarat makna: berkumpul, bershalawat dan memanjatkan doa secara bersama-sama.

Di tengah dinamika kehidupan masyarakat, tema “Raih Keberkahan, Rajut Kepercayaan” menjadi pesan yang mengemuka.

Keberkahan diharapkan lahir dari doa dan kebersamaan. Sementara kepercayaan dibangun melalui kerja nyata, kepedulian dan kehadiran organisasi di tengah masyarakat.

Dari Gentan, Sukoharjo, lantunan sholawat akhirnya bermuara pada satu harapan bersama: Jawa Tengah tetap aman dan damai, masyarakatnya semakin sejahtera, serta setiap ikhtiar yang dilakukan mampu menghadirkan manfaat bagi semakin banyak orang. (*)