Perkuat Mutu Pendidikan Islam Terpadu, 75 Peserta Jalani Training for Trainer di BBPMP Jateng

Laporan: Wahyu Widodo
JAWA TENGAH | SUARAGLOBAL.COM – Sebanyak 75 peserta mengikuti Training for Trainer (TFT) Pembelajaran Mendalam Kekhasan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Introflex Terpadu di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah, Jumat–Sabtu, 16–17 Oktober 2026. Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mencetak pelatih yang mampu memperkuat kualitas pembelajaran di lingkungan Sekolah Islam Terpadu.
Tak sekadar mengikuti pelatihan, para peserta dipersiapkan agar mampu memahami, menerapkan, sekaligus menularkan praktik pembelajaran mendalam yang relevan, bermakna, dan selaras dengan nilai-nilai pendidikan Islam Terpadu.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari secara tatap muka tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Melalui pendekatan Training for Trainer, peserta diharapkan tidak berhenti sebagai penerima materi, tetapi juga berkembang menjadi penggerak peningkatan mutu pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.
Perkuat Sinergi Pendidikan
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan dari perwakilan BBPMP Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Sinergi kedua unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik sekaligus mengembangkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik Sekolah Islam Terpadu.
Hadir mewakili BBPMP Provinsi Jawa Tengah, Dr. Alif Nur Hidayati, M.Pd., selaku Ketua Tim Kerja SMP sekaligus Widyaprada Ahli Madya.
Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan BBPMP terhadap penyelenggaraan kegiatan peningkatan kompetensi pendidik, khususnya dalam pengembangan pembelajaran mendalam yang mengintegrasikan pendekatan pendidikan dengan kekhasan SIT.
Sementara itu, kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Sodikin, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Keterlibatan kedua institusi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya bersama dalam meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Sebab, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh materi yang disampaikan di ruang kelas, tetapi juga oleh kemampuan pendidik merancang pengalaman belajar yang mendorong pemahaman, pembentukan karakter, dan penerapan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Empat Narasumber Berikan Penguatan Materi
Untuk mendukung pencapaian tujuan pelatihan, kegiatan TFT menghadirkan empat narasumber, yakni H. Heri Sucitro, S.Pd.; Yuli Sugiarto, S.M.; Syafrul Anwar, S.Pd.; dan Giyarni, S.Pd.AUD.
Keempat narasumber memberikan penguatan materi serta berbagi pengalaman yang berkaitan dengan pembelajaran mendalam kekhasan SIT Introflex Terpadu. Melalui sesi pelatihan tersebut, peserta memperoleh bekal untuk memperluas pemahaman mengenai pendekatan pembelajaran yang dapat dikembangkan dan diterapkan di lingkungan sekolah.
Penguatan kompetensi ini menjadi penting agar pembelajaran tidak sekadar berorientasi pada penyampaian materi dan penyelesaian target kurikulum. Lebih dari itu, proses belajar diharapkan mampu mendorong peserta didik memahami konsep secara lebih mendalam, menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman, serta mengembangkan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Islam.
Dengan bekal yang diperoleh selama pelatihan, para peserta diharapkan dapat mengembangkan praktik pembelajaran sesuai kebutuhan dan karakteristik satuan pendidikan masing-masing.
Tiga Tahapan Pelatihan, dari Persiapan hingga Tindak Lanjut
Berbeda dari pelatihan yang hanya berfokus pada pertemuan tatap muka, TFT Pembelajaran Mendalam Kekhasan SIT Introflex Terpadu dirancang melalui tiga tahapan yang saling berkesinambungan, yakni Pre Trip, Trip, dan Post Trip.
Pertama, tahap Pre Trip.
Tahap persiapan ini dilaksanakan secara daring pada 10–14 Oktober 2026. Peserta mengikuti kegiatan awal sebelum memasuki sesi pelatihan tatap muka. Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan agar peserta memiliki bekal awal untuk mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya.
Kedua, tahap Trip.
Tahap inti berlangsung secara luring pada 16–17 Oktober 2026 di BBPMP Provinsi Jawa Tengah. Dalam sesi ini, peserta mengikuti pelatihan secara langsung bersama para narasumber untuk memperdalam pemahaman mengenai pembelajaran mendalam dengan kekhasan SIT Introflex Terpadu.
Pertemuan tatap muka menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh penguatan materi dan pengalaman belajar secara langsung sebagai bekal dalam mengembangkan kompetensi mereka.
Ketiga, tahap Post Trip.
Tahap tindak lanjut dijadwalkan berlangsung secara daring pada 24 Oktober hingga 7 November 2026. Fase ini dirancang untuk melanjutkan proses belajar setelah pelatihan tatap muka selesai, sekaligus memberikan ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman dan mengembangkan penerapan hasil pelatihan.
Rangkaian tiga tahap tersebut memperlihatkan bahwa pelatihan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi agenda kegiatan selama dua hari. Proses pembelajaran dirancang berlanjut sejak tahap persiapan, pelaksanaan inti, hingga tindak lanjut setelah peserta kembali ke lingkungan masing-masing.
Targetkan Pelatih yang Mampu Menularkan Praktik Baik
Dengan melibatkan 75 peserta, TFT Pembelajaran Mendalam Kekhasan SIT Introflex Terpadu diharapkan mampu melahirkan pelatih yang kompeten dan siap mengambil peran dalam pengembangan kualitas pembelajaran di lingkungan Sekolah Islam Terpadu.
Para peserta diharapkan dapat meneruskan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada rekan pendidik di satuan pendidikan masing-masing. Dengan demikian, manfaat pelatihan berpotensi menjangkau lebih banyak guru dan memberikan kontribusi terhadap penguatan praktik pembelajaran di sekolah.
Dampak yang diharapkan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi pendidik, tetapi juga penguatan karakter peserta didik. Pembelajaran mendalam yang dikembangkan dengan memperhatikan kekhasan SIT diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna serta mendukung pendidikan yang selaras dengan nilai-nilai Islam Terpadu.
Tantangan berikutnya adalah memastikan bekal yang diperoleh selama pelatihan benar-benar diterapkan dan dibagikan secara berkelanjutan. Melalui tindak lanjut yang telah dijadwalkan, peserta diharapkan memiliki kesempatan untuk memperdalam pemahaman dan mengembangkan praktik pembelajaran sesuai konteks sekolah masing-masing.
Kolaborasi, penguatan kompetensi, dan keberlanjutan proses belajar menjadi kunci agar kegiatan TFT tidak berhenti sebagai agenda pelatihan semata. Sebaliknya, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas praktik pembelajaran mendalam yang berkualitas, relevan, dan bermakna di lingkungan Sekolah Islam Terpadu. (*)












Tinggalkan Balasan