Salatiga Perkuat Budaya Tertib di Jalan, Kasdim 0714 Hadiri Apel Operasi Patuh Candi 2026

Laporan: Wahyu Widodo
SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Disiplin berlalu lintas bukan sekadar urusan mematuhi rambu dan menghindari sanksi. Lebih dari itu, kepatuhan di jalan raya menjadi kunci untuk melindungi nyawa, mencegah kecelakaan, serta menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.
Semangat itulah yang mengemuka dalam Apel Gelar Operasi Patuh Candi 2026 yang digelar di Lapangan Bhayangkara Polres Salatiga, Jalan Adisucipto Nomor 01, Kelurahan Kalicacing, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Senin (26/10/2026).
Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0714/Salatiga, Mayor Cpl Purwanto, turut mengikuti apel yang dipimpin Kapolres Salatiga, AKBP Afrito Marbaro, S.H., S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., M.Han. Kehadiran unsur TNI tersebut menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendukung terciptanya ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kota Salatiga.
Apel gelar operasi ini menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana sebelum pelaksanaan operasi di lapangan. Kesiapan tersebut diperlukan agar seluruh unsur yang terlibat dapat menjalankan tugas sesuai fungsi, tanggung jawab, serta ketentuan yang berlaku.
Melalui koordinasi yang terarah, pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026 diharapkan berlangsung optimal. Tidak hanya berorientasi pada penindakan terhadap pelanggaran, upaya ini juga menjadi momentum untuk memperkuat edukasi dan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.
Tekan Pelanggaran, Utamakan Keselamatan
Operasi Patuh Candi 2026 diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan para pengguna jalan terhadap peraturan lalu lintas, menekan angka pelanggaran, serta meminimalkan risiko kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Kesadaran tersebut perlu dimulai dari kebiasaan sederhana yang kerap dianggap sepele. Mulai dari mematuhi rambu dan marka jalan, menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan, melengkapi surat-surat kendaraan, hingga berkendara dengan tertib dan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.
Kedisiplinan pengendara menjadi faktor penting dalam menciptakan lalu lintas yang aman. Sebab, satu pelanggaran yang dilakukan seseorang tidak hanya berpotensi membahayakan dirinya sendiri, tetapi juga dapat menimbulkan risiko bagi pengendara lain maupun pejalan kaki.
Karena itu, keberhasilan operasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditemukan. Perubahan perilaku masyarakat agar semakin sadar, tertib, dan bertanggung jawab di jalan raya juga menjadi bagian penting dari tujuan yang ingin dicapai.
Sinergi TNI-Polri Perkuat Ketertiban Wilayah
Keikutsertaan Mayor Cpl Purwanto dalam apel tersebut mencerminkan dukungan Kodim 0714/Salatiga terhadap upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah melalui koordinasi serta kerja sama dengan Polri dan instansi terkait.
Sinergi TNI-Polri bersama unsur lainnya diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas di lapangan sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Kolaborasi lintas sektor juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang tertib. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Masyarakat pun memiliki peran yang tidak kalah penting. Kepatuhan terhadap aturan bukan hanya diperlukan ketika ada petugas yang berjaga atau operasi sedang berlangsung, melainkan harus menjadi kebiasaan dalam setiap perjalanan.
Keselamatan Jalan Raya Tanggung Jawab Bersama
Operasi Patuh Candi 2026 menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Petugas menjalankan tugas pengawasan dan penegakan aturan, sementara pengguna jalan wajib membangun kesadaran untuk berkendara secara tertib dan mengutamakan keselamatan.
Dengan kesiapan personel, koordinasi yang solid, serta dukungan masyarakat, pelaksanaan operasi ini diharapkan mampu menekan pelanggaran dan mengurangi risiko kecelakaan di wilayah Salatiga.
Pesan yang ingin ditegaskan sederhana, tetapi sangat penting: tertib berlalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Melalui semangat kebersamaan dalam Operasi Patuh Candi 2026, budaya disiplin di jalan raya diharapkan semakin kuat sehingga tercipta lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (*)












Tinggalkan Balasan