Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Menentukan jurusan kuliah bukan sekadar memilih nama program studi, melainkan menentukan arah masa depan. Agar para siswa tidak salah melangkah dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi, Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga memperkuat sinergi dengan sekolah dan guru Bimbingan Konseling (BK) melalui Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2027/2028.

Kegiatan yang digelar pada Selasa (27/10/2026) tersebut menjadi momentum strategis bagi UIN Salatiga untuk menyamakan pemahaman mengenai mekanisme penerimaan mahasiswa baru, sekaligus memperkuat peran sekolah dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi.

Tak hanya berorientasi pada penjaringan calon mahasiswa, forum tersebut juga menjadi ruang kolaborasi untuk membantu siswa mengenali potensi diri, memahami pilihan program studi, serta memperoleh informasi mengenai akses pendidikan tinggi dan peluang beasiswa.

Di tengah dinamika seleksi masuk perguruan tinggi yang terus berkembang, sekolah dan guru BK dinilai memiliki posisi penting dalam memberikan pendampingan kepada siswa. Informasi yang tepat sejak dini diharapkan mampu membantu mereka menentukan pilihan berdasarkan minat, bakat, kemampuan, serta rencana masa depan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Salatiga, Prof. Miftahuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa sekolah dan guru BK merupakan garda terdepan dalam memetakan potensi sekaligus mengarahkan masa depan generasi muda.

“Sekolah dan guru Bimbingan Konseling adalah garda terdepan dalam memetakan potensi serta mengarahkan masa depan generasi muda. Maka dari itu, kami menggelar bimtek ini untuk memastikan informasi akses pendidikan tinggi, program beasiswa, dan pengembangan bakat siswa dapat tersampaikan secara akurat dan merata,” ujar Prof. Miftahuddin.

Menurutnya, keterlibatan aktif para pendidik sangat diperlukan agar informasi penerimaan mahasiswa baru tidak hanya diketahui oleh siswa di sekolah tertentu, tetapi juga menjangkau lebih banyak calon mahasiswa dari berbagai wilayah.

Dengan pemahaman yang memadai mengenai jalur masuk perguruan tinggi dan pilihan program studi, guru diharapkan dapat memberikan arahan yang lebih tepat kepada siswa. Pendampingan tersebut juga penting untuk menghindari ketidaksesuaian antara pilihan jurusan dengan kemampuan maupun minat calon mahasiswa.

Terima 2.712 Mahasiswa Baru, UIN Salatiga Terus Tingkatkan Mutu

Dalam kesempatan itu, Prof. Miftahuddin memaparkan perkembangan UIN Salatiga sebagai perguruan tinggi yang terus berupaya meningkatkan kualitas akademik dan memperluas akses pendidikan.

Baca Juga:  Karena Covid-19, Acara Sadranan di Desa Timpik Diselenggarakan di Tiap Lingkungan RT

Pada tahun akademik berjalan, UIN Salatiga menerima sebanyak 2.712 mahasiswa baru yang tersebar di 36 program studi.

Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan kampus dalam memperkuat perannya di dunia pendidikan tinggi, sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

Prof. Miftahuddin juga menyampaikan bahwa UIN Salatiga telah meraih akreditasi institusi Unggul. Sementara itu, sebanyak 58 persen program studi yang dimiliki kampus tersebut telah terakreditasi Unggul, sedangkan program studi lainnya terakreditasi Baik.

“Alhamdulillah saat ini akreditasi institusi kami Unggul. Sebanyak 58% prodi yang ada telah terakreditasi unggul, sementara sisanya terakreditasi baik. Tidak berhenti di situ, kami juga sedang mendorong akreditasi internasional. Itu artinya, UIN Salatiga selalu berupaya meningkatkan kualitas agar pendidikan terbaik dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat,” jelasnya.

Upaya mendorong akreditasi internasional tersebut menjadi salah satu langkah pengembangan mutu yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi. Peningkatan kualitas akademik diharapkan berjalan seiring dengan pengembangan program studi, penguatan kelembagaan, serta perluasan kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi.

Bagi calon mahasiswa, informasi mengenai kualitas dan perkembangan program studi menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum menentukan pilihan. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih utuh kepada siswa mengenai peluang pendidikan yang tersedia.

Perluas Program STEM, Siapkan Pengembangan Fakultas Ilmu Kesehatan

Tak hanya memperkuat mutu akademik, UIN Salatiga juga terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan pendidikan dan dunia kerja.

Prof. Miftahuddin menjelaskan, saat ini UIN Salatiga memiliki empat program studi STEM atau bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika, serta bidang umum yang disebutkan dalam pemaparannya. Keempat program studi tersebut adalah Teknologi Informasi, Perpustakaan dan Sains Informasi, Sains Data, serta Bisnis Digital.

Keberadaan program-program studi tersebut menjadi bagian dari langkah pengembangan bidang keilmuan di luar rumpun yang selama ini telah menjadi bagian dari identitas perguruan tinggi Islam.

“ Saat ini, UIN Salatiga memiliki empat prodi STEM/umum, yaitu Teknologi Informasi, Perpustakaan dan Sains Informasi, Sains Data, serta Bisnis Digital. Keempat prodi ini menjadi cikal bakal pengembangan prodi STEM dan perluasan fakultas ke depan, termasuk rencana pengembangan Fakultas Ilmu Kesehatan,” ungkapnya.

Pengembangan tersebut menunjukkan arah kampus dalam merespons perubahan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bidang teknologi informasi, sains data, dan bisnis digital, misalnya, memiliki keterkaitan dengan transformasi digital yang semakin memengaruhi berbagai sektor kehidupan.

Baca Juga:  Ribuan Kicau Mania, Perebutkan Piala Walikota Salatiga Cup Ke - 5 Tahun 2017

Sementara itu, rencana pengembangan Fakultas Ilmu Kesehatan menjadi bagian dari agenda perluasan kelembagaan yang disampaikan pihak kampus. Rencana tersebut masih merupakan arah pengembangan ke depan, bukan berarti fakultas baru itu telah resmi beroperasi.

Dengan beragam pilihan bidang studi dan rencana pengembangan akademik, calon mahasiswa diharapkan semakin cermat dalam mengenali program studi yang sesuai dengan potensi, ketertarikan, serta tujuan karier mereka.

59 Sekolah Ikut Ambil Bagian, Jangkau Berbagai Daerah

Sosialisasi dan bimbingan teknis PMB 2027/2028 tersebut diikuti perwakilan dari 59 sekolah yang berasal dari Kota Salatiga dan sejumlah kabupaten/kota di sekitarnya.

Ketua Tim Admisi UIN Salatiga, Agung Guritno, M.Pd., menjelaskan bahwa peserta kegiatan berasal dari berbagai wilayah, antara lain Kabupaten Semarang, Boyolali, Grobogan, Demak, Temanggung, dan Kendal.

Keterlibatan sekolah dari berbagai daerah tersebut memperlihatkan pentingnya membangun komunikasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan menengah.

Melalui forum ini, pihak sekolah dapat memperoleh informasi mengenai strategi penerimaan mahasiswa baru untuk kemudian disampaikan kepada para siswa. Pada saat yang sama, UIN Salatiga dapat memperkuat hubungan dengan para pendidik yang sehari-hari mendampingi siswa dalam menentukan arah pendidikan.

Peran sekolah menjadi semakin penting ketika siswa harus mempertimbangkan banyak hal sebelum memilih perguruan tinggi, mulai dari minat dan kemampuan akademik, pilihan program studi, peluang beasiswa, hingga kesiapan menghadapi proses seleksi.

Karena itu, sosialisasi PMB tidak hanya menjadi agenda penyampaian informasi administratif. Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kerja sama agar siswa memperoleh pendampingan yang lebih terarah dalam mempersiapkan masa depan pendidikannya.

Apresiasi Sekolah dengan Alumni Pendaftar Terbanyak

Ada hal menarik dalam kegiatan tersebut. UIN Salatiga turut memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah sekolah mitra yang mencatatkan jumlah alumni pendaftar terbanyak pada tahun akademik berjalan.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi sekolah dalam mengenalkan UIN Salatiga kepada para siswa dan alumni, sekaligus mendorong mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Bagi UIN Salatiga, sekolah bukan sekadar tempat menjaring calon mahasiswa baru. Lebih dari itu, sekolah merupakan mitra penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang saling mendukung, mulai dari pengenalan potensi siswa hingga pendampingan untuk melanjutkan studi.

Baca Juga:  Kasatlantas Tulungagung Ulang Tahun ke-34, Media SuaraGlobal.Com Beri Ucapan Spesial

Agung Guritno menegaskan, penghargaan tersebut diberikan untuk menghormati peran aktif para guru dan sekolah yang telah membantu mengarahkan peserta didik menuju pendidikan tinggi.

“Penghargaan ini adalah bentuk penghormatan atas peran aktif guru dan sekolah dalam membimbing serta mengarahkan putra-putri terbaiknya ke UIN Salatiga. Ke depan kami juga menawarkan penguatan kerja sama berkelanjutan kepada sekolah mitra; tidak hanya berfokus pada penjaringan siswa baru, tetapi juga mencakup inovasi pembelajaran, pendampingan siswa berprestasi yang terkendala biaya, serta pengembangan studi lanjut bagi para guru,” kata Agung.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kerja sama yang ingin dibangun UIN Salatiga tidak berhenti pada peningkatan jumlah pendaftar. Kampus juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah.

Salah satu perhatian yang disampaikan adalah pendampingan bagi siswa berprestasi yang menghadapi kendala biaya. Langkah ini menjadi penting agar keterbatasan ekonomi tidak serta-merta menutup kesempatan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain itu, pengembangan studi lanjut bagi para guru juga menjadi bagian dari tawaran kerja sama. Peningkatan kompetensi pendidik diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan pendampingan siswa di sekolah.

Bangun Kolaborasi untuk Masa Depan Pendidikan

Melalui sosialisasi dan bimbingan teknis PMB Tahun Akademik 2027/2028, UIN Salatiga berupaya memperkuat hubungan dengan sekolah sekaligus meningkatkan kesiapan calon mahasiswa menghadapi proses penerimaan perguruan tinggi.

Keterlibatan 59 sekolah, penyampaian informasi mengenai kualitas akademik dan program studi, serta pemberian penghargaan kepada sekolah mitra menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi yang lebih berkelanjutan.

Di tengah semakin beragamnya pilihan pendidikan tinggi, siswa membutuhkan informasi yang jelas dan pendampingan yang tepat agar tidak sekadar mengikuti pilihan teman atau tren, tetapi benar-benar mempertimbangkan kemampuan dan cita-cita mereka.

Dengan sinergi antara kampus, sekolah, dan guru BK, proses menentukan jurusan diharapkan menjadi lebih terarah. Pada akhirnya, tujuan yang ingin dicapai bukan hanya bertambahnya jumlah mahasiswa baru, melainkan juga lahirnya generasi muda yang mampu mengembangkan potensi diri melalui pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan masa depan mereka. (*)