Laporan: Wahyu Widodo

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Suasana penuh haru, bangga, dan kebahagiaan mewarnai pelaksanaan Wisuda Tahfidz 2026 yang digelar Lembaga Amil Zakat (LAZiS) Jateng di LKSA Ihsanul Quran, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (1/11/2026).

Sebanyak 61 santri dari lima Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) mengikuti prosesi wisuda sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka dalam menghafal dan menjaga ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni kelulusan bagi para santri. Lebih dari itu, Wisuda Tahfidz 2026 menjadi bukti nyata komitmen LAZiS Jateng dalam membangun generasi Qur’ani yang memiliki bekal keimanan, ilmu pengetahuan, karakter kuat, serta kemampuan untuk berprestasi di berbagai bidang.

Acara tersebut turut dihadiri Direktur Eksekutif LAZiS Jateng, Doso Sutrisno, S.Pd., serta Dasiri, M.Pd., selaku Ketua Tim Kerja Pemberdayaan Zakat pada Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Sejumlah tokoh masyarakat setempat juga hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Audit Syariah Jadi Bukti Amanah LAZiS Jateng

Dalam kesempatan tersebut, Dasiri menyampaikan apresiasi atas kiprah dan kontribusi LAZiS Jateng dalam mengelola dana zakat serta menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, LAZiS Jateng merupakan salah satu dari empat lembaga amil zakat skala provinsi yang memiliki izin operasional di Jawa Tengah.

Ia juga menegaskan bahwa hasil audit syariah yang dilakukan menunjukkan tidak ditemukan penyimpangan maupun ketidaksesuaian dalam penggunaan dana yang dikelola lembaga tersebut.

“LAZiS Jateng ini kinerjanya tidak diragukan lagi. Dalam audit syariah yang kami lakukan, tidak ditemukan penyimpangan maupun ketidaksesuaian dalam penggunaan dana. Ini menunjukkan bahwa LAZiS Jateng termasuk lembaga yang amanah dan mampu menjalankan kewajibannya dengan baik,” ungkap Dasiri.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan agar LAZiS Jateng terus memperkuat perannya dalam mendukung kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan, serta pengembangan dakwah Islam di tengah masyarakat.

Ia juga menilai penyelenggaraan Wisuda Tahfidz merupakan salah satu bentuk kontribusi positif dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an.

Baca Juga:  Mapolres Salatiga Jadi Ruang Transformasi! 100 Siswa dari 19 SLTA Se-Kota Salatiga Ikuti Pelatihan AI di Polres Salatiga

Tiga Santri Khatam 30 Juz, Puluhan Lainnya Miliki Hafalan Al-Qur’an

Sementara itu, Direktur Eksekutif LAZiS Jateng, Doso Sutrisno, S.Pd., menjelaskan bahwa pembinaan anak-anak di lingkungan LKSA tidak hanya diarahkan pada pendidikan agama dasar.

Para santri juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan kemampuan masing-masing agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta memiliki daya saing.

Menurut Doso, setiap anak mempunyai kelebihan yang perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan. Karena itu, pembinaan dilakukan dengan memberikan ruang bagi santri untuk berkembang, baik dalam bidang keagamaan maupun bidang lainnya.

“Anak-anak di sini bukan sekadar mengaji biasa. Mereka yang memiliki potensi lebih juga kami upayakan agar bisa dioptimalkan,” ungkap Doso.

Hasil pembinaan tersebut terlihat dari capaian para santri yang mengikuti Wisuda Tahfidz 2026.

Dari total 61 santri yang diwisuda, sebanyak tiga santri berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 juz. Sementara itu, 26 santri lainnya telah memiliki hafalan minimal tiga juz.

Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan anak-anak dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an yang membanggakan.

Di balik keberhasilan tersebut, tentu terdapat proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan, kesabaran, ketekunan, serta dukungan dari para ustaz, pengurus LKSA, donatur, dan berbagai pihak yang terlibat.

Tak Hanya Hafal Al-Qur’an, Santri Juga Berprestasi di Sekolah

Menariknya, keberhasilan para santri binaan LAZiS Jateng tidak hanya terlihat dalam bidang keagamaan. Sejumlah santri juga mampu menunjukkan prestasi membanggakan di bidang akademik maupun organisasi.

Salah satunya ditorehkan Ghybtha Ghafa Ghifari Albiya, santri LKSA Ihsanul Quran. Selain berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz, ia juga mampu menunjukkan kemampuan akademik dengan meraih peringkat pertama paralel di sekolahnya.

Tak berhenti di situ, Ghybtha juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Ambalan di sekolahnya.

Baca Juga:  Dari Balik Jeruji Menuju Masa Depan, Lapas Purwodadi Bekali Warga Binaan dengan Ilmu Ekonomi dan Bahasa Inggris

Prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an tidak menghalangi anak-anak untuk berkembang dan meraih keberhasilan dalam bidang lain.

Justru, nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kesungguhan, dan ketekunan yang dipelajari selama proses menghafal Al-Qur’an dapat menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari.

Prestasi serupa juga ditorehkan Haris Aroyhan, santri LKSA Ihsanul Quran, yang berhasil mengukir sejumlah kemenangan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Haris berhasil meraih Juara 2 MTQ Kecamatan Gunungpati pada cabang 1 juz.

Tak hanya itu, ia juga meraih Juara 2 MTQ Kecamatan Semarang Selatan pada cabang 5 juz dan 10 juz. Sementara dalam MTQ Kecamatan Semarang Tengah, Haris berhasil membawa pulang Juara 3 pada cabang 10 juz.

Deretan prestasi tersebut memperlihatkan bahwa anak-anak yang mendapatkan pendampingan dan kesempatan berkembang memiliki peluang besar untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Apresiasi untuk Santri, Donatur, dan Para Pembimbing

Dalam sambutannya, Doso Sutrisno juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri yang telah berhasil mengikuti prosesi wisuda.

Ia berharap pencapaian tersebut tidak menjadi akhir dari perjalanan para penghafal Al-Qur’an, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan hafalan, memperbaiki kualitas bacaan, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

Bagi santri yang belum mencapai target hafalan, Doso mengajak mereka agar tidak berkecil hati dan terus berusaha.

“Kami mengucapkan selamat kepada para santri yang telah diwisuda. Bagi yang belum, ini menjadi ikhtiar bersama untuk terus meningkatkan kemampuan. Kami memohon doa dan dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian agar dapat terus menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pungkas Doso.

Ia juga berharap dukungan masyarakat dan para donatur terus mengalir sehingga program pembinaan anak-anak di lingkungan LKSA dapat berjalan secara berkesinambungan.

Ghybtha: Terima Kasih Telah Membimbing dari Nol hingga Hafal 30 Juz

Salah satu santri yang merasakan langsung manfaat program pendampingan LAZiS Jateng adalah Ghybtha Ghafa Ghifari Albiya.

Santri LKSA Ihsanul Quran yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an tersebut mengaku bersyukur dapat mengikuti Wisuda Tahfidz 2026.

Baca Juga:  HUT TNI ke-81, Kapolres Salatiga Sambangi Markas TNI: Sinergitas Tak Boleh Kendur

Baginya, kegiatan ini bukan hanya menjadi seremoni penghargaan, tetapi juga bentuk pengakuan atas perjuangan panjang para santri dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.

Ghybtha secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada LAZiS Jateng, para donatur, ustaz, serta pengurus pondok yang selama ini memberikan perhatian, fasilitas, dan pendampingan.

“Saya berterima kasih kepada LAZiS Jateng yang telah mengadakan wisuda sebagai bentuk apresiasi kepada kami yang telah menyelesaikan hafalan. Saya juga berterima kasih kepada para donatur, ustaz, dan pengurus pondok yang sudah memenuhi keperluan saya serta membimbing dari yang awalnya nol sampai bisa sejauh ini,” ungkap Ghybtha.

Ungkapan tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan seorang santri tidak lahir dari perjuangan pribadi semata. Ada banyak tangan yang ikut membantu, mulai dari keluarga besar LKSA, tenaga pendidik, pengasuh, hingga para donatur yang memberikan dukungan.

Membangun Masa Depan Generasi Qur’ani

Penyelenggaraan Wisuda Tahfidz 2026 menjadi momentum penting bagi LAZiS Jateng untuk terus memperkuat pembinaan anak-anak melalui pendidikan keagamaan dan pengembangan potensi diri.

Keberhasilan tiga santri menghafal 30 juz, puluhan santri yang telah mencapai hafalan minimal tiga juz, serta prestasi akademik dan organisasi yang diraih para santri menjadi bukti bahwa pendampingan yang tepat dapat membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.

Melalui program semacam ini, LAZiS Jateng berharap semakin banyak anak-anak yang mendapatkan kesempatan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan meraih cita-cita.

Sebab, membangun generasi Qur’ani bukan hanya tentang melahirkan anak-anak yang mampu menghafal ayat demi ayat Al-Qur’an, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, berprestasi, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wisuda Tahfidz 2026 pun menjadi pengingat bahwa investasi terbaik untuk masa depan adalah memberikan pendidikan, pembinaan, dan kesempatan kepada generasi penerus bangsa. (*)