Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan aparat kepolisian. Dukungan tokoh agama, ulama, serta organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan terbebas dari berbagai ancaman sosial.

Komitmen tersebut ditunjukkan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono saat menggelar silaturahmi dengan jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Kamis (5/11/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Jatim didampingi Wakapolda Jatim Kombes Pol Feri Handoko Soenarso serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim. Kedatangan rombongan kepolisian disambut hangat Ketua PWM Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., bersama jajaran pengurus Muhammadiyah.

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi biasa. Lebih dari itu, menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan kelembagaan antara Polri dan Muhammadiyah, khususnya dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Timur.

Salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah upaya pemberantasan narkoba yang dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda.

Kapolda Minta Doa Restu dan Dukungan Muhammadiyah

Dalam sambutannya, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menyampaikan apresiasi atas hubungan baik dan kolaborasi yang selama ini telah terjalin antara Polda Jatim dengan keluarga besar Muhammadiyah.

Menurutnya, peran organisasi keagamaan sangat dibutuhkan dalam mendukung tugas kepolisian, terutama membangun lingkungan masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keamanan dan ketertiban.

Baca Juga:  Polres Pasuruan Terima Penghargaan "Presisi Award" dari Lemkapi

Sebagai pejabat baru yang mengemban amanah sebagai Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dekananto juga memohon doa restu serta dukungan dari seluruh jajaran Muhammadiyah agar dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Saya memohon dukungan dan doa agar dapat menjalankan amanah sebagai Kapolda Jatim dengan baik. Kami sangat terbuka terhadap segala masukan, saran, maupun kritik yang konstruktif dari Muhammadiyah demi terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Irjen Pol Dekananto.

Ia menegaskan, komunikasi dan keterbukaan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dengan adanya komunikasi yang intensif bersama tokoh agama dan organisasi masyarakat, berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya bisa dilakukan secara tepat.

Jumat Keliling dan Subuh Keliling Kembali Digencarkan

Tidak hanya mengandalkan pendekatan penegakan hukum, Polda Jatim juga akan memperkuat pendekatan humanis melalui program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Irjen Pol Dekananto menyampaikan bahwa jajaran Polda Jatim akan kembali menggiatkan program Jumat Keliling dan Subuh Keliling sesuai arahan Kapolri.

Melalui program tersebut, anggota kepolisian diharapkan semakin aktif hadir di tengah masyarakat, menjalin komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta menyerap berbagai aspirasi dan keluhan warga.

Program ini juga menjadi sarana untuk mendeteksi sejak dini berbagai potensi gangguan kamtibmas, mulai dari persoalan sosial, konflik lingkungan, hingga ancaman peredaran narkoba.

Baca Juga:  Antusiasme Makin Meningkat, Jumat Berkah Satpas Polres Salatiga Hidupkan Suasana Pelayanan Publik yang Hangat dan Humanis

Kehadiran polisi di tengah kegiatan keagamaan diharapkan mampu membangun kedekatan emosional sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Sound Horeg Jadi Perhatian, Kapolda Tegaskan Aturan Perizinan

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Jatim juga menyoroti fenomena keramaian sound horeg yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.

Menurutnya, kegiatan hiburan masyarakat tetap dapat berlangsung, tetapi harus memperhatikan ketentuan hukum, ketertiban umum, serta kenyamanan lingkungan sekitar.

Polda Jatim menegaskan bahwa kegiatan sound horeg wajib mengantongi perizinan resmi dari Polda Jatim dan mematuhi batas maksimal tingkat kebisingan atau desibel yang telah ditentukan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan, keresahan warga, hingga dampak kebisingan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain persoalan kebisingan, kepolisian juga menegaskan larangan terhadap pertunjukan tarian yang tidak senonoh serta penggunaan narkotika maupun obat-obatan terlarang daftar G dalam kegiatan tersebut.

Penegasan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan kegiatan hiburan masyarakat yang tetap mengedepankan norma kesusilaan, ketertiban, dan keamanan bersama.

Muhammadiyah Siap Dukung Penuh Program Kapolda Jatim

Sementara itu, Ketua PWM Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., menyambut positif kunjungan silaturahmi Kapolda Jatim beserta rombongan.

Sukadiono mengungkapkan bahwa Irjen Pol Dekananto bukan sosok yang asing bagi keluarga besar Muhammadiyah Jawa Timur.

Hubungan baik tersebut telah terjalin sejak Dekananto masih menjabat sebagai Dirintelkam Polda Jatim. Karena itu, pertemuan kali ini menjadi kesempatan untuk kembali mempererat komunikasi dan meningkatkan kerja sama yang selama ini telah berjalan.

Baca Juga:  Peduli Buruh Rokok: Pemkab Sidoarjo Gulirkan Bantuan Langsung Tunai untuk Ribuan Pekerja, Ini Jelasnya 

Muhammadiyah juga memberikan apresiasi terhadap perhatian dan bantuan jajaran kepolisian dalam membantu menyelesaikan sejumlah kendala yang dihadapi amal usaha Muhammadiyah di berbagai daerah.

Menurut Sukadiono, hubungan harmonis antara organisasi keagamaan dan kepolisian merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas sosial serta menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Ia pun menegaskan kesiapan PWM Jawa Timur untuk mendukung berbagai program yang digagas Kapolda Jatim, terutama dalam upaya memerangi peredaran narkoba.

“PWM Jawa Timur siap mendukung penuh seluruh program Kapolda Jatim, terutama dalam upaya pemberantasan narkoba yang merusak generasi bangsa,” pungkas Sukadiono.

Bersatu Jaga Jawa Timur, Selamatkan Generasi Muda dari Narkoba

Silaturahmi antara Polda Jatim dan PWM Jawa Timur tersebut menjadi gambaran pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan.

Pemberantasan narkoba, pencegahan gangguan kamtibmas, pembinaan masyarakat, hingga pengawasan kegiatan hiburan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Kepolisian memiliki kewenangan dalam penegakan hukum, sementara organisasi keagamaan memiliki kekuatan dalam pembinaan moral, pendidikan, serta membangun kesadaran masyarakat.

Dengan semakin eratnya sinergi Polri dan Muhammadiyah, diharapkan upaya menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif dapat berjalan lebih maksimal.

Lebih dari sekadar menjaga keamanan, kolaborasi tersebut juga membawa misi besar, yakni melindungi generasi muda dari ancaman narkoba serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, tertib, dan bermartabat. (*)