BANGKALAN | SUARAGLOBAL.COM – Upaya pelarian dua pria asal Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, berakhir sia-sia setelah kepergok tengah melakukan transaksi narkotika jenis sabu. Keduanya diringkus Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bangkalan dalam penggerebekan pada Jumat (12/12/2025).

Kasatnarkoba Polres Bangkalan IPTU Kiswoyo Supriyanto, didampingi Plt Kasi Humas Polres Bangkalan IPDA Agung Intama, menjelaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah gardu di Desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi.

“Petugas menerima informasi dari warga bahwa lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi narkotika. Setelah dilakukan penyelidikan, kami memastikan kebenaran laporan dan langsung melakukan penggerebekan,” ujar IPTU Kiswoyo.

Baca Juga:  PLN Nyalakan Harapan, Warga Salatiga Nikmati Listrik Gratis di Momentum Kemerdekaan dan Hari Pelanggan Nasional

Saat petugas mendatangi lokasi, dua tersangka berinisial H (40), warga Desa Telaga Biru, dan SA (45), warga Desa Macajah, berusaha melarikan diri. SA kabur ke area persawahan, sedangkan H mencoba meloloskan diri ke permukiman warga. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan sebelum keduanya akhirnya berhasil diamankan.

Dari hasil penggeledahan badan, pakaian, serta lokasi gardu dan rumah tersangka, polisi menemukan barang bukti berupa 41 kantong plastik klip kecil berisi kristal putih diduga sabu dengan berat kotor 9,82 gram. Selain itu, turut diamankan sejumlah plastik klip kosong bertuliskan angka nominal serta satu buah sendok sabu.

Baca Juga:  Uji Petik Pansus LKPJ di Kabupaten Berau Tinjau Pembangunan Pengamanan Pantai Biduk-Biduk

“Seluruh barang bukti ditemukan di gardu yang digunakan sebagai tempat transaksi. Berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka SA berperan sebagai pengedar, sedangkan H merupakan pembeli,” jelas IPTU Kiswoyo.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun.

Baca Juga:  Pemeriksaan Kasus Berlangsung, Ronald Tannur Kembali Diperiksa di Rutan Surabaya

Kasatnarkoba Polres Bangkalan menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Bangkalan. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

“Peredaran narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi muda. Kami berharap masyarakat tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lingkungannya,” pungkasnya. (*)