Alun-Alun Surabaya Disulap Jadi Galeri Seni, Karya Siswa SMKN 12 Bikin Kagum, Kadisdik Jatim Beri Apresiasi
Laporan: Ninis Indrawati
SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Wajah Alun-Alun Kota Surabaya mendadak berubah drastis. Bukan sekadar ruang publik biasa, kawasan ikonik ini “disulap” menjadi panggung megah penuh warna dalam gelaran Rolas Art Festival yang digelar siswa SMKN 12 Surabaya, Kamis (23/4/2026).
Sorotan publik pun langsung tertuju pada kreativitas para pelajar. Beragam karya seni dipamerkan, mulai dari lukisan penuh makna, instalasi artistik, hingga karya visual yang memikat mata. Tak hanya memanjakan pengunjung, festival ini juga menjadi bukti nyata bahwa generasi muda mampu tampil percaya diri dengan ide-ide segar mereka.
Kehadiran Aries Agung Paewai di tengah-tengah acara semakin menambah semarak suasana. Orang nomor satu di dunia pendidikan Jawa Timur itu tampak serius menelusuri setiap sudut pameran, mengamati detail karya, sekaligus berdialog langsung dengan para siswa.
Dalam interaksinya, Aries tak segan melontarkan pujian. Ia menilai karya-karya yang ditampilkan bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat pesan dan proses kreatif yang kuat.
“Para siswa menunjukkan ide-ide yang segar dan penuh imajinasi. Ini bukti bahwa sekolah mampu menjadi tempat tumbuhnya kreativitas,” ungkapnya.
Menurutnya, Rolas Art Festival bukan sekadar ajang pamer karya. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang efektif dalam membangun karakter, keberanian, serta kepercayaan diri siswa.
“Ruang ekspresi seperti ini sangat penting. Di sinilah siswa belajar berproses, berani tampil, dan mengasah potensi mereka,” tegasnya.
Pihak sekolah sendiri menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan. Tujuannya jelas: memberi ruang apresiasi bagi siswa sekaligus mendekatkan karya mereka kepada masyarakat luas. Hasilnya pun terlihat nyata—antusiasme warga begitu tinggi.
Sepanjang acara, Alun-Alun dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Banyak di antara mereka tampak terpukau, bahkan tak sedikit yang mengabadikan karya siswa melalui kamera ponsel.
Momentum ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa pendidikan tidak melulu soal angka dan teori. Kreativitas, karakter, dan daya saing juga menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan.
Aries pun berharap konsep serupa dapat ditiru oleh sekolah lain di Jawa Timur. Ia optimistis, semakin banyak ruang ekspresi dibuka, semakin besar pula peluang lahirnya generasi muda yang inovatif dan berdaya saing tinggi.
Dengan suksesnya gelaran ini, Rolas Art Festival bukan hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga bukti bahwa seni mampu menyatukan pendidikan dan masyarakat dalam satu panggung inspiratif. (*)




Tinggalkan Balasan