Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Setelah pencarian intensif selama empat hari, Tim Gabungan akhirnya menemukan Muhammad Riski, balita berusia 3,5 tahun yang terseret arus deras di Kali makmur deket SMPN 34 Wiyung, Desa Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya, (27/12/24).

Baca Juga:  Peringati Hari Jadi ke – 76 Polwan Polres Ponorogo Gelar Ziarah ke Makam Pahlawan

Pencarian yang melibatkan Basarnas, BPBD Surabaya, Polsek Wiyung, Koramil Wiyung, dan pihak kecamatan membuahkan hasil pada Jumat siang (27/12/2024). Korban ditemukan tersangkut di tumpukan eceng gondok sekitar pukul 14.00 WIB, tidak jauh dari wilayah SMPN 34 Wiyung.

Insiden bermula pada 24 Desember 2024, ketika hujan deras mengguyur wilayah Wiyung. Muhammad Riski yang tengah bermain bersama ke tiga temannya jalan mendekati kali terjauh dengan sendiri, diliat dari rekaman CCTV-. Laporan segera diterima pihak berwenang, yang langsung mengerahkan tim untuk melakukan penyisiran.

Baca Juga:  Telomoyo Gunung Indah Untuk Wisata dan Hobby

Kompol Slamet Agus Santoso, Kapolsek Wiyung, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan metode estafet. \”Setiap hari, tim terus menyisir kali, menggunakan peralatan manual hingga alat berat untuk membersihkan area dari hambatan seperti eceng gondok,\” ujarnya.

Saat alat berat mengangkat tumpukan eceng gondok, tubuh korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan namun tetap dapat diidentifikasi. \”Proses ini tidak mudah karena banyaknya material yang menutupi aliran sungai,\” ungkap Eko dari BPBD Surabaya.

Baca Juga:  Polres Pacitan Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ribuan Benih Lobster, Dua Kurir Diamankan 

Orang tua kandung korban yang berada di Malaysia segera kembali ke Surabaya setelah mendengar kabar penemuan. Sementara itu, ibu angkat korban, Bu Intan, langsung mendatangi lokasi kejadian dan membawa jenazah ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut.

Camat Wiyung, Budiono, SPd, MM, mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan di musim penghujan. \”Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua orang tua untuk lebih menjaga anak-anak mereka, terutama di sekitar area rawan seperti sungai dan saluran air,\” katanya.

Baca Juga:  Tanggap, Cepat, dan Rahasia: Polres Pasuruan Optimalkan Layanan 110 untuk Warga

Babinsa Koramil Wiyung, Sudarmawan, juga menambahkan pentingnya kerja sama antar warga untuk memastikan keselamatan anak-anak. \”Kesadaran dan pengawasan ekstra sangat dibutuhkan agar tragedi serupa tidak terjadi lagi.\”

Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat Surabaya akan pentingnya keselamatan anak di musim hujan. Orang tua harus waspada Pemerintah setempat berjanji untuk melakukan langkah preventif, termasuk membersihkan saluran air dan memberikan edukasi kepada warga tentang bahaya bermain di area sungai.
Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali, dan keluarga yang ditinggalkan dapat diberi kekuatan menghadapi cobaan ini. (*)