Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM — Inovasi ramah lingkungan kembali lahir dari warga Kelurahan Keputih, Surabaya. Berawal dari keprihatinan terhadap limbah rumah tangga yang terbuang sia-sia, sekelompok warga berhasil menciptakan kompor berbahan bakar minyak jelantah dan oli bekas. Tak hanya menjadi solusi atas pencemaran lingkungan, kompor tersebut juga membuka peluang baru bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat, (19/05/25).

Kompor hasil karya warga ini terbukti efisien. Hanya dengan satu liter minyak limbah, alat ini mampu menyala hingga delapan jam. Selain menghemat energi, inovasi ini turut mendukung pengelolaan limbah domestik secara produktif dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Polda Jatim Berhasil Bongkar Penipuan Berkedok Program MBG, Ini Jelasnya 

Anggota DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, yang hadir meninjau langsung prototipe kompor tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas warga. Menurutnya, produk ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai usaha produktif masyarakat skala rumahan.

Baca Juga:  Anggaran Tambahan Rp1,6 M untuk Pornas Korpri: Komisi A DPRD Jatim Siap Kawal, Tak Ingin Jatim Tampil Setengah Hati

“Inovasi ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga tentang kemandirian ekonomi dan kepedulian lingkungan. Saya akan membantu mendorong perizinan, pelatihan teknis, hingga akses permodalan agar produk ini bisa dipasarkan secara luas,” ujar Lilik.

Saat ini, para inovator lokal dari Keputih tengah menyempurnakan desain kompor dan mengurus legalitas usaha. Mereka berharap, melalui pengembangan yang berkelanjutan, kompor jelantah ini dapat menjadi ikon gerakan ekonomi mandiri berbasis lingkungan di Surabaya dan daerah lainnya.

Baca Juga:  Polres Ngawi Bangun Dapur SPPG untuk 4.000 Warga, Wujud Nyata Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Tak sekadar menciptakan alat, warga Keputih menunjukkan bahwa keberlanjutan bisa diraih dari dapur sendiri — dengan memanfaatkan apa yang dianggap sampah menjadi sumber penghidupan baru. Sebuah langkah kecil, namun berdampak besar bagi masa depan lingkungan dan ekonomi masyarakat. (*)