Laporan: Aris

BANTUL | SUARAGLOBAL.COM – Perjalanan hidup Supardi membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari kesuksesan baru. Mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ini kini dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang kuliner, khususnya keripik singkong. Berkat kerja keras dan inovasinya, ia mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Bangkit dari Kegagalan, Berani Merintis Usaha

Sepulang dari luar negeri, Supardi tidak membawa kesuksesan seperti yang diimpikannya. Justru, ia mengalami kegagalan yang membuatnya harus memulai segalanya dari nol. Namun, ia tidak menyerah. Dengan modal terbatas dan pengalaman hidup yang berharga, ia memutuskan untuk merintis usaha keripik singkong di kampung halamannya di Bantul.

Baca Juga:  Pangdam IV/Diponegoro Ikut Rayakan Hari Desa Nasional di Boyolali: Tegaskan Desa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

\”Awalnya saya hanya memproduksi sedikit, dijual ke warung-warung terdekat. Lama-lama pelanggan mulai bertambah karena banyak yang suka dengan rasa dan kerenyahannya,\” ujar Supardi.

Musim Liburan, Omzet Melonjak Drastis

Dalam kondisi normal, Supardi mampu memproduksi sekitar 50 kilogram keripik singkong per hari. Namun, memasuki musim liburan, permintaan meningkat drastis hingga 80-90 kilogram per hari.

Baca Juga:  Polres Tulungagung Tangani Kecelakaan Truk Angkut BBM di Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung

\”Musim liburan selalu membawa berkah bagi kami. Banyak wisatawan yang mencari oleh-oleh khas daerah, dan keripik singkong menjadi salah satu favorit mereka,\” jelasnya.

Peningkatan permintaan ini berdampak besar pada omzetnya. Jika biasanya ia mendapatkan sekitar Rp1,5 juta per hari, kini penghasilannya bisa mencapai Rp45 juta per bulan.

Baca Juga:  Sasar Pengunjung Mall, Satlantas Polres Kudus Gencarkan Sosialisasi Operasi Zebra Candi 2025

Strategi Jitu: Inovasi Rasa dan Pemasaran Digital

Kesuksesan Supardi tidak hanya berasal dari ketekunan, tetapi juga inovasi. Ia tidak ingin produknya monoton, sehingga menciptakan berbagai varian rasa, seperti pedas manis, balado, keju, hingga barbeque, yang semakin menarik minat pelanggan.

Selain itu, ia juga memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan bantuan media sosial dan marketplace, keripiknya kini dikirim ke berbagai kota, bahkan beberapa pelanggan dari luar pulau juga mulai berminat.

Baca Juga:  Polsek Ngronggot Galakkan Pertanian Rumah Tangga, Ratusan Bibit Sayuran Disalurkan ke Warga

\”Dulu saya hanya jualan di pasar tradisional. Sekarang, saya bisa menjual produk ke berbagai daerah berkat pemasaran online,\” katanya.

Merintis Masa Depan Lebih Cerah

Keberhasilan Supardi dalam membangun bisnis keripik singkong menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama para mantan TKI yang ingin merintis usaha di tanah air. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan strategi yang tepat, kegagalan di masa lalu bisa berubah menjadi kesuksesan besar.

Baca Juga:  Mafia Pupuk Dibekuk! Polda Jateng Bongkar Skandal Pupuk Subsidi, Negara Rugi Rp4,3 Miliar

Ke depannya, Supardi berencana untuk memperluas usahanya dengan membuka cabang di beberapa kota serta meningkatkan kapasitas produksi. \”Saya ingin produk ini tidak hanya dikenal di Bantul, tapi juga di seluruh Indonesia,\” tutupnya penuh semangat. (*)