Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Aksi penyelamatan yang seharusnya berujung kebaikan justru berubah menjadi insiden memilukan. Dua warga di wilayah Sidomukti, Kota Salatiga, terjatuh ke dalam sungai sedalam kurang lebih 10 meter saat mencoba menyelamatkan satu sama lain, Rabu sore (29/04/2026).

Peristiwa dramatis ini terjadi di perbatasan Jalan Kembangarum, Dukuh dengan Klaseman, Mangunsari, Kecamatan Sidomukti. Dua korban masing-masing berinisial J.S. (68) dan G.S.P. (20).

Kapolsek Sidomukti, Kompol Sunoto, S.H., mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari teriakan minta tolong yang terdengar dari arah sungai. Teriakan tersebut didengar oleh G.S.P. yang kemudian bergegas menuju lokasi.

Baca Juga:  Minggu Pagi Tak Biasa, Satlantas Situbondo Gaungkan Operasi Keselamatan Semeru di CFD

“Setibanya di lokasi, G.S.P. melihat J.S. sudah dalam kondisi berpegangan pada pohon bambu setelah terpeleset saat hendak membuang sampah di tepi sungai,” jelasnya.

Tanpa mempertimbangkan risiko, G.S.P. langsung berusaha memberikan pertolongan. Namun nahas, kondisi tebing yang licin membuat keduanya kehilangan keseimbangan.

“Bukannya berhasil menolong, keduanya justru terjatuh bersama ke dalam sungai dengan kedalaman sekitar 10 meter,” tambah Kompol Sunoto.

Warga sekitar yang mendengar keributan segera berdatangan. Dengan peralatan seadanya, mereka berupaya mengevakuasi korban sambil menghubungi pihak kepolisian dan pemadam kebakaran.

Baca Juga:  Wajah Baru Polres Bondowoso: Sertijab Digelar, Kapolres Tekankan Adaptasi dan Inovasi

Akibat kejadian tersebut, korban J.S. mengalami sejumlah luka di bagian kepala, bahu kiri, pelipis, dan kaki. Sementara G.S.P. mengalami cedera cukup serius berupa patah tulang pada tangan kiri serta luka sobek pada jari.

Beruntung, kedua korban berhasil diselamatkan dalam kondisi sadar dan langsung dilarikan ke RSUD Kota Salatiga untuk mendapatkan penanganan medis.

Petugas dari Polsek Sidomukti bersama tim Pamapta Polres Salatiga yang dipimpin IPDA Bernie Surya Widiatmoko, S.H., langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan tim identifikasi dan Satreskrim.

Baca Juga:  Mentan RI Dorong Sinergi dan Inovasi Pertanian di Bangkalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Pihak kepolisian pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai.

“Kondisi tebing yang licin sangat berbahaya. Kami imbau warga agar lebih berhati-hati, terutama saat musim hujan atau setelahnya,” tegas Kapolsek.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa aksi heroik tetap harus disertai kewaspadaan agar tidak menimbulkan korban baru. (*)