Laporan: Ninis Indrawati

TULUNGAGUNG | SUARAGLOBAL.COM – Suasana berbeda terlihat di RSUD dr. Iskak Tulungagung pada Rabu (5/3/2025). Biasanya sibuk dengan aktivitas medis, kali ini puluhan karyawan rumah sakit tersebut justru larut dalam keindahan seni kaligrafi Islami. Lomba kaligrafi ini digelar sebagai bagian dari Festival Ramadhan, menjadi ajang bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas di luar dunia kesehatan.

Berlokasi di Auditorium Gedung IDIK lantai 2, para peserta tampak serius menorehkan keindahan huruf Arab di atas media gambar yang telah disediakan panitia. Mereka diberikan pilihan lafadz yang sudah ditentukan, sementara peralatan gambar dibawa sendiri sesuai kenyamanan masing-masing.

Baca Juga:  Koperasi Merah Putih Digaungkan di Desa Kedondong: Langkah Strategis Menuju Desa Mandiri dan Sejahtera

“Kami ingin melihat sejauh mana kreativitas peserta dalam mengolah tulisan kaligrafi menjadi karya seni yang indah. Peralatan mereka bawa sendiri agar bisa menyesuaikan dengan kenyamanan masing-masing,” ujar M. Suyuti, S.E., koordinator lomba.

Kriteria Ketat dan Hadiah Bergengsi

Penilaian dilakukan secara ketat oleh dewan juri dengan mempertimbangkan beberapa aspek utama, seperti ketepatan tulisan sesuai kaidah, harmonisasi warna, komposisi, serta kebersihan karya. Dari puluhan peserta, tiga terbaik akan dipilih untuk menerima trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan. Pemenang akan diumumkan dalam acara penutupan Festival Ramadhan mendatang.

Baca Juga:  Akhir Pelarian MSD, DPO Narkoba Pasuruan Tertangkap dengan 15,299 Gram Sabu

Salah satu peserta, Novi, mengaku sangat antusias mengikuti kompetisi ini. Ia memilih menulis lafadz Hubbul Wathon Minal Iman dengan sentuhan latar belakang lukisan senja agar tampak lebih menarik.

“Saya memang hobi menggambar sejak kecil, jadi ini kesempatan bagus untuk menyalurkan bakat,” ungkapnya.

Baca Juga:  500 RW Bersatu, Kriminalitas Surut: Strategi Keamanan Surabaya Makin Solid

Lebih dari Sekadar Lomba, Ini Syiar Seni Islami

Lomba kaligrafi ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bentuk syiar seni Islami. Kaligrafi, sebagai seni tulis yang menggambarkan keindahan ayat Al-Qur’an dan hadis, menjadi sarana bagi peserta untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menambah semarak bulan suci Ramadhan.

Festival Ramadhan di RSUD dr. Iskak Tulungagung ini membuktikan bahwa di balik ketangguhan tenaga medis dalam menangani pasien, tersimpan jiwa seni yang mampu menciptakan karya-karya penuh makna. (*)