Gowes ke Kantor, Rapat Lewat Layar! Bangkalan Ubah Gaya Kerja ASN Jadi Lebih Sehat dan Modern

Laporan: Ninis Indrawati

BANGKALAN | SUARAGLOBAL.COM — Pemerintah Kabupaten Bangkalan membuat gebrakan baru yang cukup menyita perhatian. Budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) kini dirombak total: dari kebiasaan berkendara menuju kantor hingga pola koordinasi yang selama ini dilakukan tatap muka.

Di bawah komando Lukman Hakim, ASN di lingkungan Pemkab Bangkalan kini diwajibkan menggunakan sepeda atau transportasi non-mesin setiap hari Selasa khusus bagi mereka yang tinggal dalam radius kurang lebih 5 kilometer dari kantor.

Baca Juga:  Edukasi Keselamatan Ala Polisi: Polres Madiun Ajak Anak-Anak Tertib Berlalu Lintas

Kebijakan ini bukan sekadar aturan biasa, melainkan bagian dari transformasi besar menuju sistem kerja yang lebih sehat, efisien, dan ramah lingkungan.

“Kami ingin mendorong ASN bekerja lebih fleksibel dan berbasis teknologi. Gerakan ini juga mengurangi emisi serta mendukung efisiensi energi di lingkungan perkantoran,” tegas Lukman Hakim, Jumat (3/4/2026).

Tak hanya soal transportasi, suasana kerja di hari Selasa pun dibuat berbeda. ASN diwajibkan mengenakan pakaian olahraga, lalu dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih di lingkungan kantor. Nuansa kerja pun berubah lebih santai, namun tetap produktif.

Baca Juga:  Nuansa Adat Jawa Warnai Purna Wiyata XV SMK MIPHA Parakan, 370 Siswa Lulus Semua!

Yang tak kalah menarik, koordinasi antarperangkat daerah kini diarahkan dilakukan secara virtual. Langkah ini dinilai mampu memangkas mobilitas fisik yang tidak perlu, sekaligus mempercepat proses komunikasi lintas instansi.

Dengan memanfaatkan teknologi digital, rapat-rapat yang sebelumnya memakan waktu dan tenaga kini bisa dilakukan lebih cepat, efisien, dan fleksibel.

Baca Juga:  Rakornas 2026 Jadi Momentum, Pemkab Tulungagung Satukan Arah Pembangunan Nasional

Program ini menjadi langkah awal Pemkab Bangkalan dalam membangun budaya kerja ASN yang modern menggabungkan kesehatan, efisiensi energi, serta pemanfaatan teknologi dalam satu gerakan terpadu.

Transformasi ini juga diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan dan berorientasi masa depan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!