Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis (16/08/2018). (Foto: Humas Prov Jatim)

Surabaya, beritaglobal.net – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menekankan pentingnya pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable and change. Dengan konsep pembangunan ini maka perubahan juga dilakukan terhadap nilai-nilai yang dirasa kurang atau tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang.

Baca Juga:  Ini Langkah Pemdes Klampok Dalam Memutus Mata Rantai Pandemi Covid-19 Selama Ramadhan 1441 H

“Yang terpenting dalam membangun itu harus sustainable and change, karenanya antar program harus berkaitan satu sama lain tidak boleh terputus,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim  menjawab pertanyaan media, usai Rapat Paripurna Istimewa di DPRD Provinsi Jatim, Jalan Indrapura Surabaya, Rabu (16/08/2018).

Baca Juga:  Berita Duka: Innalillahi wainna ilaihi rojiun, Pimpinan Pusat MTA Ahmad Sukina Tutup Usia

Menurutnya, pembangunan berkelanjutnya ini harus dilakukan karena munculnya disparitas akibat adanya gelombang liberalisme. Oleh sebab itu, pertumbuhan ekonomi yang baik harus diikuti oleh berkurangnya disparitas, pengangguran dan kemiskinan.

“Tiga hal ini sangat penting, karena akan berdampak pada meningkatnya IPM, usia harapan hidup, dan berkurangnya gizi buruk dan stunting,” terang Pakde Karwo sembari menambahkan bahwa stunting tidak selalu karena gizinya buruk tapi juga kurangnya pengetahuan tentang asupan makanan yang baik.

Baca Juga:  Kecamatan Suruh Gelar Lomba Baris Berbaris Antar Anggota Linmas Desa se Kecamatan

Kegiatan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jatim ini dihadiri, antara lain Pimpinan DPRD Provinsi Jatim, Pj. Sekda Provinsi Jatim, Forkopimda Provinsi Jatim, dan para pejabat di lingkup Pemprov Jatim. (ASB/Humas Prov Jatim)