Laporan: Bayu

KUDUS | SUARAGLOBAL.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam memberikan tali asih kepada anak-anak penghafal Al-Qur’an 30 juz. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, dalam acara Haflah Akbar Khotmil Qur’an dan Pencatatan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang berlangsung di Gedung Jam’iyatul Hujjaj Kudus (JHK) pada Minggu (23/2/2025).

“Komitmen kami kepada para penghafal Al-Qur’an masih sama, yaitu akan memberikan tali asih kepada anak-anak yang menghafalkan Al-Qur’an 30 juz,” ujar Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin.

Baca Juga:  Hari Bhayangkara ke-74, Ini Kejutan dari Prajurit TNI Cilacap

Program ini sejalan dengan salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi, yaitu peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan. Program ini mencakup peningkatan kesejahteraan guru dan pengajar agama, serta pemberian beasiswa kepada siswa miskin, guru, santri, dan penghafal Al-Qur’an yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan baik di dalam maupun luar negeri.

Rekor MURI untuk Pelafalan Huruf Hijaiyyah

Acara Haflah Khotmil Qur’an diikuti oleh lebih dari 3.230 santri dari Rumah Tahfidz Al-Qur’an (RTQ) se-Kabupaten Kudus. Selain menjadi ajang spiritual dan edukatif, kegiatan ini juga berhasil memecahkan rekor MURI dalam kategori pelafalan huruf hijaiyyah dengan metode Yanbu’a yang melibatkan peserta terbanyak.

Baca Juga:  Edukasi Masyarakat Tentang Pentingnya Masker Dimasa Pandemi Covid-19, Dandim 0714/Salatiga Turun ke Jalan

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, serta pengasuh Pesantren Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus, KH Ulin Nuha Arwani dan KH Ulil Albab Arwani. Kehadiran para tokoh ini menambah khidmat serta semangat bagi para santri dalam menghafal dan memahami Al-Qur’an.

Motivasi bagi Generasi Muda

Gus Yasin menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara tersebut. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa memberikan motivasi bagi anak-anak agar semakin bersemangat dalam mengaji dan menghafal Al-Qur’an dengan bacaan yang benar. Dengan demikian, esensi dari Al-Qur’an dapat lebih dirasakan oleh para penghafal dan masyarakat luas.

Baca Juga:  Janji Manis Rumah Fiktif: Developer di Salatiga Kembali Tipu Warga Lewat Proyek Bodong, Ini Penjelasannya 

Salah satu peserta dari RTQ Al-Amanatul Akhyar, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Sahila, mengaku sangat senang bisa mengikuti acara ini. “Seneng sekali, saya belajar sampai empat tahun. Saya ingin jadi hafizah (penghafal Al-Qur’an),” ujarnya dengan penuh semangat.

Perasaan haru dan bangga juga dirasakan oleh Ida Almunfaridza, seorang ustazah yang turut serta dalam acara tersebut. Menurutnya, ini merupakan momen bersejarah, khususnya bagi Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY) di Kudus.

Baca Juga:  Polres Salatiga Berhasil Tangkap Terduga Pelaku Penyalahgunaan Narkoba, Pelaku Bekerja di Perusahaan Asing Ternama

“Ini baru pertama kali untuk LMY di Kudus. Jadi rasanya ya terkesan, bangga bisa ikut acara ini,” ucapnya.

Ida juga menjelaskan bahwa metode Yanbu’a merupakan salah satu metode yang mudah digunakan dalam pembelajaran Al-Qur’an, terutama bagi anak-anak. Dengan metode ini, para santri dapat belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an secara lebih efektif dan terstruktur.

Baca Juga:  Transaksi Haram Terendus! Polisi Sikat Pengedar Sabu, Sabu 301 Gram Siap Edar Berhasil Diamankan 

Dengan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta berbagai pihak terkait, diharapkan semakin banyak anak-anak yang termotivasi untuk menjadi hafiz dan hafizah, serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (*)