Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya mendapatkan kunjungan dari tim Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Timur dalam rangka monitoring dan evaluasi layanan Dapur Harmoni, Sabtu (11/03). Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan kualitas penyediaan makanan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Tim evaluasi dipimpin oleh Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Tjahja Rediantana, yang disambut langsung oleh Kepala Rutan Surabaya, Tomi Elyus. Dalam kunjungannya, tim meninjau berbagai aspek penting, termasuk kebersihan dapur, proses pengolahan makanan, serta pemenuhan standar gizi untuk para WBP.

Baca Juga:  Eri Cahyadi Boyong Dwija Praja Nugraha: Ketika Kebijakan Pro-Guru Berbuah Pengakuan Nasional

“Kami ingin memastikan bahwa setiap WBP mendapatkan makanan yang layak dan bergizi. Evaluasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas layanan di Rutan Surabaya,” ujar Tjahja Rediantana.

Baca Juga:  Krisis Konstitusional PBNU: Syuriyah Minta Pengunduran Diri, Pakar Hukum Ormas Angkat Suara

Sementara itu, Tomi Elyus menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan layanan dapur agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Dapur Harmoni adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas makanan yang disediakan,” ungkapnya.

Selain melakukan peninjauan, tim Kanwil Ditjenpas Jatim juga memberikan beberapa rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi dapur serta variasi menu bagi WBP. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki sistem penyediaan makanan, sehingga lebih baik dan bervariasi di masa depan.

Baca Juga:  Kreativitas Menggema di Hari Guru: JSIT Jateng Umumkan Para Juara Lomba Video 2025

Monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Ditjen Pemasyarakatan dalam memastikan pelayanan di rutan dan lapas berjalan optimal. Dengan adanya evaluasi rutin, diharapkan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, berkualitas, dan berkelanjutan dapat terus diwujudkan. (*)