Laporan: Ninis Indrawati

MALANG | SUARAGLOBAL.COM – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs. Imam Sugianto, M.Si., melakukan inspeksi langsung ke Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (3/2/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi progres renovasi stadion serta memastikan keamanan dan kelayakan fasilitas sebelum kembali digunakan sebagai markas Arema FC di Liga 1.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi pejabat utama Polda Jatim, perwakilan Pemerintah Kabupaten Malang, TNI, PSSI, KONI, serta pihak kontraktor dari PT Waskita Abipraya KSO. Mereka bersama-sama melakukan pengecekan terhadap berbagai aspek infrastruktur stadion guna memastikan standar keselamatan bagi pemain dan penonton.

Baca Juga:  Dekan Fakultas Syariah IAIN Salatiga Resmi Lantik Dema, Sema dan HMJ Periode 2018-2019

Menurut Kasihumas Polres Malang, AKP Ponsen Dadang Martianto, inspeksi dilakukan di beberapa titik strategis, termasuk pintu masuk utama, ruang ganti pemain, pusat kendali keamanan (Command Center), hingga kondisi lapangan utama.

\”Kami memastikan bahwa seluruh sistem keamanan dan keselamatan telah sesuai standar yang ditetapkan. Ini penting agar stadion dapat digunakan kembali dengan aman, baik bagi penonton maupun pemain,\” ujar AKP Dadang.

Baca Juga:  Gelar Penertiban Kendaraan di Perbatasan, Satgas Raider 300 Berhasil Amankan 250 Gram Ganja Kering

Peningkatan Keamanan dan Standar FIFA

Salah satu perubahan utama dalam renovasi Stadion Kanjuruhan adalah pemasangan kursi tunggal (single seat) sesuai standar FIFA. Konsekuensinya, kapasitas stadion yang semula 38.000 penonton kini berkurang menjadi 21.603 kursi. Meski demikian, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan serta mempermudah evakuasi dalam keadaan darurat.

Secara rinci, tribun barat kini memiliki kapasitas 2.723 kursi, termasuk area VVIP dan penyandang disabilitas. Sementara tribun timur dapat menampung 4.352 penonton, sedangkan tribun utara dan selatan masing-masing memiliki kapasitas 7.264 kursi.

Baca Juga:  Kapolres Salatiga Sidak Tahanan: Tegas Menjaga Hukum, Humanis Menjaga Hak Asasi, Ini Jelasnya

\”Penyesuaian kapasitas ini tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan sistem keamanan yang lebih baik,\” kata AKP Dadang.

Selain itu, jalur evakuasi dan akses keluar-masuk stadion juga menjadi perhatian utama dalam inspeksi kali ini. Kapolda Jatim menegaskan pentingnya penerapan sistem pengamanan yang efektif, termasuk manajemen penonton serta prosedur tanggap darurat yang harus diuji coba sebelum stadion mulai digunakan kembali.

Baca Juga:  Dari Satresnarkoba ke Arena Karate: Bripda Dhea Okta Harumkan Nama Institusi di Kejuaraan Bergengsi

\”Keamanan tidak boleh dikompromikan. Setiap sudut stadion harus diperiksa dengan teliti untuk memastikan tidak ada celah yang dapat membahayakan penonton dan pemain,\” tegas Irjen Pol. Imam Sugianto.

Museum Kanjuruhan dan Monumen Tragedi

Selain aspek keamanan stadion, kepolisian juga turut meninjau progres pembangunan Museum Kanjuruhan dan Monumen Tragedi Kanjuruhan. Kedua fasilitas ini didirikan sebagai bentuk penghormatan serta pengingat atas peristiwa tragis yang pernah terjadi di stadion ini.

Baca Juga:  Sinergi Polisi dan Masyarakat Bangun Ketahanan Pangan, Lahan Kosong Disulap Jadi Kebun Hidroponik

Sejak 31 Desember 2024, PT Waskita Karya Abipraya telah menyerahkan pengelolaan Stadion Kanjuruhan kepada Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah II Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, selama satu tahun ke depan, kontraktor masih bertanggung jawab atas pemeliharaan infrastruktur guna memastikan kualitasnya tetap optimal.

Komitmen Keamanan Sepak Bola di Jawa Timur

AKP Dadang menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, penyelenggara kompetisi, serta pihak keamanan stadion untuk menjamin keamanan pertandingan.

Baca Juga:  Hujan Deras Picu Longsor di Tempursari, Polisi Pasang Garis Pembatas dan Larang Truk Melintas

\”Kami akan terus mengawal setiap tahap hingga stadion benar-benar siap digunakan. Semua pihak harus bekerja sama untuk mencegah terulangnya tragedi di masa lalu. Kami ingin menciptakan atmosfer sepak bola yang aman, nyaman, dan kondusif bagi semua,\” pungkasnya. (*)