Laporan: Andi Saputra

SEMARANG | SUARAGLOBAL.COM – Dalam suasana penuh khidmat dan semangat nasionalisme, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 di Lapangan Lapas Kelas I Semarang, Senin (10/11/25).

Upacara tersebut diikuti oleh seluruh pegawai Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah dan jajaran pegawai Lapas Semarang. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, memimpin jalannya kegiatan dengan penuh wibawa dan semangat perjuangan.

Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”, sebagai refleksi atas peran generasi penerus bangsa dalam menjaga nilai-nilai kepahlawanan di tengah tantangan zaman.

Baca Juga:  Tombak Menembus Dada, Jiwa Budaya Tetap Membara: Atraksi Rambo 4294 Tatung Guncang Festival Cheng Ho ke-620 di Semarang

Dalam amanatnya, Mardi Santoso membacakan pesan Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang menekankan pentingnya meneladani semangat para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan bangsa.

“Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, melainkan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” demikian kutipan amanat yang dibacakan oleh Mardi Santoso di hadapan peserta upacara.

Lebih lanjut, Menteri Sosial mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyalakan kembali api perjuangan melalui pengabdian nyata di berbagai bidang kehidupan.

“Perjuangan saat ini tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” ujar Menteri Sosial dalam pesannya.

Baca Juga:  Khidmat Merah Putih: Boyolali Sambut HUT RI ke-79 dengan Semangat "Nusantara Baru, Indonesia Maju

Usai membacakan amanat tersebut, Mardi Santoso menyampaikan refleksi pribadi terkait makna Hari Pahlawan bagi insan pemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Ditjenpas Jawa Tengah harus mampu meneladani nilai perjuangan dengan cara bekerja keras, berpikir jernih, dan melayani masyarakat dengan penuh ketulusan.

“Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam, dengan bekerja, bergerak, dan berdampak,” tegas Mardi Santoso.

Baca Juga:  Pendemo Menolak UU Umnibus Law Robohkan Pagar Gedung DPRD Jawa Tengah .

Suasana haru menyelimuti lapangan ketika upacara ditutup dengan doa bersama dan penghormatan kepada arwah para pahlawan, diiringi lagu-lagu perjuangan yang menggugah semangat nasionalisme.

Bagi seluruh peserta, upacara tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momen untuk merenungkan kembali arti pengorbanan dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.

Peringatan Hari Pahlawan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah menjadi pengingat bahwa perjuangan belum usai hanya berganti bentuk. Dari medan perang menuju medan pengabdian, semangat juang tetap menyala dalam setiap langkah menuju Indonesia yang lebih adil dan beradab. (*)