Banjarnegara, Beritaglobal.net – Danramil 17/Wanayasa Kapten Inf Basukiyanto beserta anggota, relawan dan masyarakat bergotong royong membantu perbaikan jalan yang rusak akibat tanah bergerak. Jalan yang menghubungkan dua Desa yaitu Desa Bantar Dan Desa Suwidak Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara. Minggu 03 Januari 2021

Masa peralihan setelah selesainya tanggap darurat dampak tanah bergerak dan longsor di Desa Bantar dan Desa Suwidak, upaya yang terus dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas PU Kabupaten, dengan sasaran jalan Kabupaten tepatnya di jalan Desa Bantar yang menghubungkan Desa Bantar Dan Desa Suwidak yang mengalami longsor dan pergerakan tanah sedalam kurang lebih 4,5 meter, yang sampai sekarang terus dilakukan perbaikan dan dengan pengerasan jalan (lapen) lapisan penetralisasi.

Baca Juga:  Ayah Abaikan Nafkah Anak? Pemkot Surabaya Terapkan Sanksi Adminduk, DPRD Jatim: Jangan Sampai Salah Sasaran!

Danramil, Anggota, relawan serta warga dalam hal ini membantu proses pengerjaannya,agar cepat dan dapat dilalui oleh penggunanya yaitu kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, karena jalan ini adalah salah satu akses jalan yang cepat untuk dilaluinya.

Baca Juga:  Kideco Run 2024 di Paser: Energi Positif Wakapolda Kaltim Semarakkan Gaya Hidup Sehat

Danramil 17/Wanayasa Kapten Inf Basukiyanto menyampaikan “Karena tanjakan petung yang cukup terjal kemudian alat berat (Wales) yang digunakan untuk meratakan dan agar cepat padat, tidak kuat di medan tanjakan, jadi harus dilakukan bantuan tenaga manusia untuk menariknya’’, ungkapnya.

Baca Juga:  Pj Gubernur Sumut Bersama Forkopimda Pantau Pelaksanaan Pemilu 2024, Targetkan Partisipasi Pemilih Lebih dari 79%

“Koramil 17/Wanayasa terus berupaya untuk memberikan perhatian dan tenaganya untuk mempercepat proses masa transisi pasca bencana ini. Kegiatan juga bukan hanya di satu tempat,tetapi juga membantu proses pendirian rumah dalam relokasi mandiri, yaitu rumah Anto, Bardan, Supri, Sumardi, Muslimin, Sarkuni dan Mudasir”. imbuhnya ( pendim bna / iwan )