Laporan: Tambah Santosa

KUDUS | SUARAGLOBAL.COM — Akses menuju kawasan wisata Colo, Kecamatan Dawe, sempat terganggu akibat longsor yang terjadi pada Jumat (9/1/2026) malam. Material longsoran menimpa jembatan di sebelah barat Portal Wisata Colo dan ikut menyeret satu unit mobil serta satu unit truk yang tengah melintas.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses penanganan berlangsung cepat, tepat, dan aman. Peninjauan juga dilakukan untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dalam upaya penanganan bencana di lapangan.

Baca Juga:  Komitmen Pemerintah Perkuat Profesionalisme dan Kesejahteraan Guru di Hardiknas 2026

AKBP Heru Dwi Purnomo menyampaikan bahwa petugas gabungan dari Polri, TNI, BPBD, dan dinas terkait telah melakukan proses evakuasi kendaraan serta pengamanan area untuk mencegah risiko tambahan akibat kondisi tanah yang masih labil.

“Kami memastikan pengamanan lokasi dan proses evakuasi berjalan aman. Personel kami siagakan untuk pengaturan lalu lintas dan pengamanan area agar proses penanganan tidak terkendala,” ujar AKBP Heru Dwi Purnomo di lokasi.

Baca Juga:  Truk Bermuatan Kertas Terguling di Turunan Pasar Kambing Semarang, Satu  Korban Tewas di Tempat

Kapolres menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan bencana. Untuk itu, masyarakat diminta tidak mendekati titik longsor.

“Kami minta masyarakat tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Kondisi tanah masih labil dan cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi. Keselamatan adalah yang utama,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kado Akhir Tahun: Penghargaan Kenaikan Pangkat untuk 56 Personel Polres Salatiga

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kudus menyiapkan langkah penanganan lanjutan termasuk pembenahan infrastruktur yang terdampak serta pengaturan jalur wisata menuju Colo untuk mencegah kepadatan dan potensi kecelakaan.

Upaya mitigasi juga terus dilakukan mengingat kawasan dataran tinggi Dawe dikenal sebagai wilayah rawan pergerakan tanah saat curah hujan tinggi. (*)