LindungiHutan dan Taman Nasional Way Kambas Tingkatkan Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Kolaborasi antara LindungiHutan dengan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menjadi upaya konservasi lingkungan dan pelestarian alam di Indonesia. 

Dalam kolaborasinya, LindungiHutan dan Taman Nasional Way Kambas bertujuan membangun arboretum sebagai upaya perlindungan satwa dari perburuan liar sekaligus pusat penelitian di Way Kambas.

“Di Taman Nasional Way Kambas banyak satwa dilindungi dan terancam dari perburuan liar.  Adanya arboretum tujuannya untuk menghalau pemburu liar yang masuk,” ujar Aminul Ichsan, Operational Manager LindungiHutan. 

Baca Juga:  Panduan Langkah Demi Langkah untuk Memulai Bisnis di Bali bagi Ekspatriat

LindungiHutan bersama para kolaborator peduli lingkungan dan TN Way Kambas telah menanam 2.894 pohon laban (Vitex pubescens) di kawasan arboretum tersebut.  

\"Aminul

Program konservasi ini tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat setempat. Mereka juga melibatkan masyarakat dalam proses pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan penanaman, pemantauan, hingga pemeliharaan pohon. 

Baca Juga:  Mengulas Tips & Trik Copywriting Dengan AI, Maxy Academy Mengundang Digital Marketing Spesialis Dalam Freeday Class

\”Pelibatan masyarakat sangat penting. Mereka berperan dalam penyedia bibit penanaman hingga pemeliharaan pohon yang telah ditanam,\” kata Aminul Ichsan. 

Melalui upaya ini, masyarakat juga berperan sebagai penjaga lingkungan hingga satwa liar di TNWK sehingga memberikan manfaat ekologis dan sosial dalam jangka panjang.

Baca Juga:  BINUS UNIVERSITY dan Universiti Putra Malaysia Tukar Wawasan tentang Penerjemahan dan Teater

LindungiHutan berupaya kolaborasi ini dapat terus berkembang sehingga menciptakan dampak keberlanjutan di Taman Nasional Way Kambas dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

\”Dari pohon yang kami tanam kami berharap tumbuh dengan baik dan memberikan perlindungan kepada satwa di sana, serta pembangunan arboretum melalui program penanaman pohon dapat berkesinambungan,\” ungkap Aminul Ichsan.

Tutup
error: Content is protected !!