Mental Baja Jadi Sorotan! LKS Dikmen Jatim 2026 Cetak Generasi Siap Tempur di Dunia Kerja

Laporan: Wahyu Widodo

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Ajang bergengsi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Jawa Timur 2026 resmi ditutup dengan semangat tinggi dan pesan kuat: generasi muda harus siap menghadapi kerasnya dunia kerja, bukan hanya dengan skill, tapi juga mental baja.

Penutupan yang digelar meriah di SMKN 12 Surabaya ini menjadi panggung unjuk kemampuan ratusan pelajar terbaik dari seluruh penjuru Jawa Timur. Mereka datang dari berbagai jenjang, mulai dari SMK, SMA hingga Madrasah Aliyah, membawa satu tujuan: menjadi yang terbaik di bidang keahlian masing-masing.

Sorotan utama datang dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang dengan tegas menekankan bahwa dunia kerja saat ini tidak hanya menuntut kecerdasan teknis, tetapi juga kekuatan mental yang tangguh.

Baca Juga:  Waspadai Uang Palsu Dan Curanmor Pesan Patroli Polsek Sidomukti Kepada Pedagang Dan Pengunjung Pasar Tiban

“Keahlian tanpa mental yang kuat akan sulit bertahan dalam persaingan global yang semakin ketat,” tegas Khofifah di hadapan para peserta.

Menurut Khofifah, LKS bukan hanya ajang adu keterampilan, melainkan ruang strategis untuk menempa karakter generasi muda. Dalam dunia yang terus berubah cepat, kemampuan adaptasi, kepercayaan diri, serta daya tahan menghadapi tekanan menjadi faktor penentu keberhasilan.

Puluhan bidang lomba yang dipertandingkan mencerminkan kebutuhan nyata industri masa kini mulai dari teknologi, rekayasa, hingga layanan kreatif. Para peserta tak hanya diuji kemampuan teknis, tetapi juga ketelitian, kecepatan, dan konsistensi dalam bekerja.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Bayangi Libur Nataru, Polda Jatim Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Prestasi Jawa Timur yang sukses mempertahankan gelar juara umum LKS tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini tidak sekadar formalitas.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah daerah, sekolah, serta dunia usaha dan industri yang terus diperkuat.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim terus memperluas kerja sama dengan sektor industri melalui program magang dan pelatihan kerja. Program ini memberikan pengalaman nyata bagi siswa sebelum terjun ke dunia profesional.

Tak berhenti di situ, para juara LKS juga akan digembleng dalam training center khusus sebagai persiapan menuju kompetisi tingkat nasional. Pembinaan intensif ini menjadi strategi berkelanjutan untuk menjaga kualitas sekaligus daya saing pelajar Jawa Timur.

Baca Juga:  Kurang dari Sehari, Polisi Ringkus Pemuda Kenjeran Pelaku Pembacokan Kakak Kandung, Ini Jelasnya

Di akhir sambutannya, Khofifah mengingatkan para peserta agar tidak terlena dengan kemenangan.

Menurutnya, keberhasilan sejati bukan hanya soal menang lomba, tetapi bagaimana keterampilan yang dimiliki bisa memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan semangat kompetisi yang tinggi dan pembinaan berkelanjutan, LKS Dikmen Jatim 2026 diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan global. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!