Laporan: Ninis Indrawati

SIDOARJO | SUARAGLOBAL.COM – Sebanyak lebih dari 200 guru dan kepala sekolah tingkat SD di Kecamatan Tulangan mendapatkan pembekalan khusus guna meningkatkan kompetensi mereka dalam dunia pendidikan. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Delta Wibawa ini merupakan bagian dari program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan mengusung pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam sebagai materi utama.

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, H. Subandi.

Dalam sambutannya, Tirto menyampaikan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru dan kepala sekolah menjadi prioritas Pemkab Sidoarjo, sejalan dengan kebijakan strategis nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. ( 23/7/2025 )

Baca Juga:  Kapolres Sampang Pimpin Sertijab Kapolsek Omben: Momentum Penyegaran dan Penguatan Pelayanan Kepolisian di Kabupaten Sampang

“Melalui deep learning, kami ingin memastikan bahwa proses belajar-mengajar memberikan dampak mendalam dan bermakna bagi siswa.

Tujuannya adalah agar setiap pembelajaran meninggalkan kesan yang kuat dan membentuk karakter peserta didik,” ujar Tirto Adi di hadapan para peserta dari KKKS dan KKG Gugus 01-04 Kecamatan Tulangan.

Materi utama kegiatan disampaikan oleh Slamet Riyadin, Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dispendikbud Sidoarjo.

Baca Juga:  Kasus Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Bawah Umur Kini Berujung Di Hotel Prodeo Madiun

Ia menekankan bahwa meaningful learning bukan hanya tren, tetapi menjadi pondasi penting dalam pembelajaran era modern yang menuntut relevansi dan kedalaman pemahaman.

Kehadiran Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Moch. Dhamroni Chudlori, semakin menegaskan dukungan legislatif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Dalam pernyataannya, Dhamroni menekankan pentingnya kesiapan guru dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan perkembangan teknologi, termasuk penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam proses belajar-mengajar.

ā€œGuru tidak boleh takut dengan teknologi. Jangan sampai usia menjadi alasan untuk tidak belajar atau enggan menggunakan perangkat digital. Dunia pendidikan sekarang menuntut kita untuk adaptif,ā€ tegasnya.

Baca Juga:  Polda Jatim Usut Tuntas Kasus Penggelapan Libatkan Terlapor Veronica, Ini Jelasnya

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan mutu tenaga pendidik harus menjadi komitmen bersama, karena masa depan pendidikan Sidoarjo sangat bergantung pada kualitas SDM pengajarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru dan kepala sekolah mampu menerapkan pendekatan deep learning di sekolah masing-masing, serta terus mengembangkan kompetensi demi mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. (*)