Laporan: Fajrin NS Salasiwa

NAMLEA | SUARAGLOBAL.COM – Calon Wakil Bupati Kabupaten Buru, Gadis Siti Nadia Umasugi, berbagi pandangannya mengenai peran perempuan dalam mengatasi masalah stunting di Kabupaten Buru. Menurutnya, ada perbedaan signifikan dalam pendekatan antara pemimpin perempuan dan laki-laki, terutama dalam penanganan isu stunting yang berdampak pada kesehatan generasi mendatang.

Gadis S.N. Umasugi menegaskan bahwa stunting merupakan masalah serius yang dapat diatasi oleh pemimpin yang memiliki pemahaman mendalam serta pendekatan yang tepat. Ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam mengelola upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di Buru, dengan fokus khusus pada aspek kesehatan reproduksi dan gizi.

Baca Juga:  Presiden Prabowo dan Menko AHY Bahas Strategi Nasional Tangani Sampah: Gerakan Indonesia Bersih Diluncurkan

“Perempuan memiliki kepekaan lebih dalam memahami kebutuhan anak dan keluarga. Kami saling tahu dan memahami apa yang dibutuhkan,” ujar Gadis, menggambarkan bagaimana pendekatan seorang pemimpin perempuan dapat memberi dampak positif dalam penanganan masalah stunting.

Lebih lanjut, Gadis menjelaskan bahwa penanganan stunting harus dimulai sejak fase awal kehidupan, yaitu dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan. Dalam fase ini, calon ibu dan remaja perempuan diharapkan memperhatikan kesehatan reproduksi mereka. Gadis menyarankan agar pemerintah menyediakan suplemen yang dibutuhkan, seperti pil vitamin dan zat gizi tambahan, yang dapat membantu remaja putri serta ibu hamil dalam menjaga kesehatan mereka dan janin.

Baca Juga:  Pengurus PWI Jateng 2025–2030 Resmi Dilantik: Ahmad Munir Serukan Informasi Sehat, Gus Yasin Tegaskan Peran Persatuan

“Kita harus memberikan obat atau suplemen yang tepat agar remaja dan ibu hamil mendapatkan nutrisi yang cukup,” jelasnya.

Selain itu, Gadis juga mendorong pemerintah untuk menyediakan layanan imunisasi lengkap bagi bayi, sehingga mereka dapat tumbuh tanpa risiko stunting. Ia menilai bahwa intervensi dini, mulai dari kesehatan reproduksi hingga imunisasi, sangat penting untuk mencegah gangguan pertumbuhan ini.

Baca Juga:  Keluarga Media Suaraglobal.com Berikan Ucapan Milad ke-40 untuk Kapolres Tulungagung

“Pemerintah juga perlu mengedukasi generasi muda, khususnya perempuan, mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi,” tegasnya, menyoroti bahwa pemahaman mengenai kesehatan reproduksi adalah salah satu kunci utama dalam pencegahan stunting.

Dengan strategi ini, Gadis S.N. Umasugi optimis bahwa angka stunting di Kabupaten Buru akan turun secara signifikan. Ia berjanji bahwa jika dirinya terpilih, ia akan memprioritaskan program-program yang dapat mengurangi angka stunting, memastikan generasi Buru memiliki masa depan yang lebih sehat dan cerah.

Baca Juga:  Jallu Law School Luncurkan 7 Modul Hukum Aplikatif untuk Tingkatkan Kompetensi

\”Jika langkah-langkah ini dilakukan dengan konsisten, kita akan melihat penurunan signifikan dalam angka stunting di Kabupaten Buru,\” pungkasnya. (*)