Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memastikan percepatan pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) sekaligus penyampaian visi-misi pembangunan Jatim 2025-2030. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 1 Maret 2025 di Gedung DPRD Jawa Timur, lebih awal dari rencana semula pada 3 Maret.

Menurut Khofifah, percepatan ini bertujuan untuk memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar serta program kerja lima tahun ke depan dapat segera diimplementasikan. “Kami ingin memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar, serta visi Gerbang Baru Nusantara dapat segera dijalankan secara efektif,” ujarnya saat menghadiri kegiatan retreat kepala daerah di Akmil Magelang, Rabu (26/2/2025).

Baca Juga:  Boen Bio Tebar Kasih di Kapasan: 200 Paket Sembako Hangatkan Hati Para Lansia

Selain sertijab gubernur dan wakil gubernur, Pemprov Jatim juga menyiapkan serah terima jabatan bagi 22 kepala daerah kabupaten/kota yang mengalami pergantian kepemimpinan. Namun, bagi kepala daerah petahana, mereka tidak memerlukan sertijab dan akan langsung memaparkan visi-misi di hadapan DPRD masing-masing.

Baca Juga:  Dorong 20.000 UMKM Naik Kelas, Wabup Sidoarjo Dukung Bazar Ramadhan Gemati dan Dana Bergulir Rp 50 Juta

Persiapan Pelantikan Bupati Pamekasan

Di sisi lain, Pemprov Jatim juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KPU terkait pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan. Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) resmi menolak gugatan sengketa Pilkada di daerah tersebut, proses pelantikan diharapkan dapat segera terlaksana setelah ada penetapan dari KPUD dan DPRD setempat.

Baca Juga:  Walikota Salatiga Serahkan Penghargaan Prestasi Atlit Dan Pelatih Poprprof XV

“Pelantikan kepala daerah yang belum dilakukan Presiden pada 20 Februari lalu akan dilakukan oleh Gubernur, sesuai dengan UU No. 10 Tahun 2016,” tambah Khofifah.

Dengan percepatan sertijab dan kesiapan visi-misi pembangunan, Pemprov Jatim optimis dapat segera merealisasikan program-program prioritas demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. (*)