Laporan: Ninis Indrawati

BANGKALAN | SUARAGLOBAL.COM – Aksi cepat dan tanggap dilakukan oleh petugas Pos Pelayanan Suramadu setelah ditemukannya seorang anak laki-laki yang berdiri sendirian di atas Jembatan Suramadu pada malam hari. Anak tersebut diketahui mengenakan kaos dan celana pendek berwarna hitam serta berkepala plontos.

Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono, membenarkan peristiwa yang terjadi pada Rabu malam, 2 April 2025. Masyarakat yang melintas di sekitar lokasi merasa khawatir dan langsung melaporkan anak tersebut ke petugas yang berjaga di Pos Pelayanan Suramadu.

Baca Juga:  Pj. Wali Kota Salatiga Berikan Bantuan dan Tekankan Penanganan Stunting di Tingkir Lor

“Karena anak tersebut tidak bisa berbicara, petugas mengalami kesulitan awal dalam berkomunikasi. Namun setelah dilakukan pengecekan, ditemukan sebuah handphone yang dibawa anak tersebut.

Dari perangkat itu, petugas berhasil mendapatkan informasi penting mengenai identitas dan alamat sang anak, yang berasal dari wilayah Sukolilo, Surabaya,” jelas AKBP Hendro pada Jumat, 4 April 2025.

Tanpa menunda waktu, petugas segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Surabaya. Anak tersebut kemudian diantar langsung ke kantor dinas untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut. Di sana, ia akhirnya bertemu dengan seseorang yang dikenalnya, yang membantu menenangkan situasi.

Baca Juga:  Sinergi di Tengah Euforia: 250 Personel Polresta Malang Kota Siaga Amankan Idul Adha dan Nobar Timnas

Aipda Brian Tristiawan dari Satlantas Polres Bangkalan, yang turut terlibat dalam penanganan kasus ini, mengaku bersyukur karena berhasil membantu anak tersebut dalam situasi yang mengkhawatirkan.

“Saat itu kami memang tengah bertugas mengatur arus balik Lebaran di Jembatan Suramadu. Syukurlah anak itu bisa segera kami tangani.

Baca Juga:  Perumda Delta Tirta Sidoarjo Targetkan Cakupan Air Bersih 100 Persen, Kembangkan Infrastruktur dan Gandeng Investor

Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak, khususnya orang tua, untuk lebih memperhatikan keberadaan anak-anak mereka, terlebih saat malam hari dan di lokasi yang rawan seperti jembatan,” ujarnya.

Langkah cepat petugas Suramadu patut diapresiasi, sekaligus menjadi peringatan agar keselamatan anak-anak di ruang publik tetap menjadi prioritas semua pihak. (*)