Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM — Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka perayaan Natal Tahun 2025 sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat jalinan kebersamaan antar elemen bangsa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Panti Griya Werda Surabaya, Jumat (9/1/2026), dengan penyaluran bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bakti sosial ini melibatkan kolaborasi antara Polda Jatim, jajaran TNI, instansi terkait, dan elemen masyarakat. Sejumlah personel tampak aktif menyalurkan paket bantuan kepada para penerima, khususnya para lansia dan warga kurang mampu. Momen ini juga mencerminkan perhatian negara kepada kelompok rentan di tengah momentum keagamaan.

Baca Juga:  Nekat Gondol Sandaran Kursi Fasum, Pria Asal Madura Berhasil Dibekuk Polisi

Karoops Polda Jatim Brigjen Pol. Jimmy Agustinus Anes, S.I.K. yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa bakti sosial dalam peringatan Natal tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga memiliki pesan kuat mengenai nilai toleransi, persatuan, dan keharmonisan.

Baca Juga:  Operasi Ketupat Semeru 2026 Dimulai, Kapolda Jatim Siagakan Ribuan Personel dan 238 Pos Pengamanan

“Bakti sosial ini kami laksanakan sebagai wujud kepedulian TNI-Polri bersama seluruh elemen masyarakat untuk berbagi dan membantu sesama, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi di Jawa Timur,” ujar Brigjen Jimmy.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat merupakan elemen penting yang harus selalu dirawat, tidak hanya pada momentum hari besar keagamaan tetapi juga dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap hubungan TNI-Polri dengan masyarakat semakin solid, sehingga situasi kamtibmas di Jawa Timur tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Baca Juga:  Patroli Genthong: Inovasi Kepedulian Polsek Kampak Trenggalek Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Kegiatan bakti sosial Natal 2025 ini sekaligus mempertegas bahwa upaya menjaga kerukunan antar umat beragama tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kehadiran TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin mendekatkan institusi negara kepada rakyat. (*)