Laporan: Ninis Indrawati

SURABAYA | SUARAGLOBAL.COM – Aksi tawuran antar kelompok remaja kembali berhasil digagalkan oleh pihak kepolisian. Kali ini, Sat Samapta Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil mengamankan 11 remaja yang diduga hendak melakukan bentrok di kawasan Jalan Kejawan Lor, Kenjeran, Surabaya, pada Minggu dini hari (13/4/2025).

Penggerebekan ini dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Roni Faslah, setelah pihaknya menerima laporan dari warga mengenai sekelompok pemuda yang mencurigakan tengah berkumpul di lokasi tersebut pada tengah malam.

Berbekal informasi dari masyarakat, petugas segera melakukan patroli ke lokasi yang dimaksud. Setibanya di tempat kejadian, polisi mendapati sekelompok remaja yang sedang menunggu kelompok lain—diduga sebagai lawan untuk aksi tawuran.

Baca Juga:  Ertiga Oleng Hantam Tiang Lampu di Diponegoro Salatiga, Pengendara Beat Terjungkal dan Luka

“Saat petugas tiba di lokasi, mereka terlihat sedang menunggu kelompok lain. Kami langsung melakukan pemeriksaan dan menemukan sejumlah senjata yang berpotensi digunakan untuk tawuran,” ujar Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua senjata tajam, satu buah ketapel, satu alat panah, serta tiga unit sepeda motor dan sepuluh unit ponsel yang digunakan para remaja tersebut. Seluruh barang bukti kini telah diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Para remaja yang diamankan berusia antara 14 hingga 19 tahun, seluruhnya merupakan warga Kota Surabaya. Mereka kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

Baca Juga:  Destinasi Wisata Edukasi yang Menyatukan Budaya, Sains, dan Cinta Lingkungan

Adapun identitas kesebelas remaja tersebut adalah:

FA (15), RR (19), GR (17), TH (16), S (17), RSM (15), AF (17), AMP (17), MAS (14), AH (18), AZS (19).

Dari hasil pemeriksaan awal, para remaja tersebut mengaku tengah menunggu kedatangan kelompok lawan yang rencananya akan datang untuk bentrok di lokasi tersebut.

“Kami masih mendalami motif dan peran masing-masing individu dalam rencana tawuran ini. Selain proses hukum, kami juga akan mengupayakan langkah pembinaan dengan melibatkan pihak keluarga serta instansi terkait,” imbuh Iptu Suroto.

Baca Juga:  Insiden Bendera Terbalik di Balai Kota Surabaya Jadi Sorotan, Lilik Hendarwati Tekankan Disiplin dan Ketelitian dalam Menghormati Merah Putih

Pihak kepolisian turut mengimbau kepada para orang tua dan masyarakat luas agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama di malam hari, guna menghindari keterlibatan dalam aksi berbahaya seperti tawuran.

“Peran orang tua sangat penting dalam mengontrol pergaulan dan aktivitas anak-anak. Jangan sampai lengah, karena pengaruh negatif bisa datang kapan saja,” pungkasnya.

Dengan langkah sigap dari kepolisian, potensi bentrokan massal antar remaja berhasil dicegah. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan keras bahwa pengawasan dan pembinaan dari lingkungan keluarga dan masyarakat sangat krusial dalam mencegah kenakalan remaja yang berujung kriminalitas. (*)