Laporan: Ninis Indrawati

PASURUAN | SUARAGLOBAL.COM – Sebuah aksi kriminal tragis mengguncang warga Dusun Tempel, Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Seorang wanita lanjut usia, Mirzah (63), ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya dengan kondisi mengenaskan, Senin (14/7). Ia diduga menjadi korban perampokan brutal.

Korban pertama kali ditemukan oleh kakaknya sendiri, Choirul Fachor (65), dalam keadaan bersimbah darah. Peristiwa ini segera dilaporkan ke pihak berwajib, yang langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga:  Sinergi TNI-Polri Bongkar Peredaran Sabu di Kendal, Satu Pelaku Ditangkap

Dari hasil penyelidikan awal, pihak kepolisian menduga kuat bahwa motif pembunuhan berkaitan dengan perampokan. Pasalnya, sebuah mobil milik keluarga korban raib dibawa kabur pelaku. Barang bukti berupa rekaman CCTV dari sekitar lokasi pun telah diamankan untuk dianalisis lebih lanjut.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaridi Jumhur, membenarkan bahwa tim gabungan dari Polda Jatim dan Polres Pasuruan saat ini tengah memburu pelaku. Ia menyebut bahwa proses penyelidikan terus dilakukan secara intensif.

Baca Juga:  Muslimat NU Mantapkan Langkah: Kongres XVIII Resmi Ditutup, Khofifah Pimpin Hingga 2030

“Sejak menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan tim dari Polres Pasuruan untuk menelusuri jejak pelaku. Beberapa bukti penting, termasuk rekaman kamera pengawas, sudah kami amankan,” ujar Jumhur, (19/07/25).

Meski demikian, pihak kepolisian belum bersedia mengungkap identitas atau ciri-ciri pelaku. Fokus utama saat ini adalah penangkapan secepat mungkin.

Baca Juga:  Jelang Ramadan 1447 H, Lapas Purwodadi Hadirkan Cek Kesehatan Gratis untuk Keluarga WBP dan Pengunjung

“Kami masih bekerja di lapanganp Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan bila waktunya tepat,” tambahnya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kriminalitas terhadap lansia di Jawa Timur.

Warga sekitar mengaku terkejut dan berharap pelaku segera ditangkap serta dihukum setimpal. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya peningkatan keamanan lingkungan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia. (*)