Laporan: Iswahyudi Artya

GRESIK | SUARAGLOBAL.COM – Kepergian Aiptu Jailani, seorang anggota Satlantas Polres Gresik, meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat. Sosok polisi yang dikenal jujur, disiplin, dan humanis ini telah berpulang akibat serangan jantung pada April 2022. Namun, nilai-nilai integritas yang ia wariskan tetap hidup sebagai inspirasi bagi banyak orang, (10/12/24).

Aiptu Jailani menjadi perbincangan luas karena sikapnya yang tegas menegakkan aturan. Salah satu cerita paling terkenal adalah keberaniannya menilang istrinya sendiri.

Baca Juga:  Dankorbrimob Polri Pimpin Upacara Hari Pahlawan di Mako Korbrimob Depok, Serukan Pentingnya Meneladani Semangat Pahlawan untuk Generasi Mendatang

Kejadian itu terjadi saat ia bertugas di kawasan car free day (CFD) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik.

Ketika istrinya, Rahmawati, melanggar aturan dengan melintasi area bebas kendaraan bermotor, Jailani tidak segan melakukan penindakan.

Baca Juga:  Munas APEKSI VII dan Indonesia City Expo 2025 Resmi Diluncurkan di Surabaya: Sinergi Inovasi untuk Negeri

Saya sempat tidak percaya, kok saya ditilang oleh suami sendiri di depan banyak orang. Tiga hari kami tidak bicara.

Tapi, setelah dijelaskan, saya akhirnya mengerti bahwa ia hanya menjalankan tugasnya dengan benar,\” ujar Rahmawati.

Baca Juga:  TMMD Sengkuyung Tahap IV di Polosiri Resmi Ditutup: Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-Rakyat Bangun Desa Berkelanjutan

Di mata rekan-rekannya, Aiptu Jailani adalah polisi yang penuh dedikasi. Ia selalu tiba lebih awal untuk membersihkan ruangan dan mempersiapkan pekerjaan.

Briptu Aldy Bayu, rekan satu unitnya, mengenang Jailani sebagai pribadi yang disiplin dan tidak pernah kompromi dalam menjalankan tugas.

Baca Juga:  Janji Ritual Berujung Maut, Pasutri Pemalang Tewas di Tangan Dukun Palsu

Beliau sangat tegas menolak segala bentuk suap atau iming-iming. Dalam uji SIM, misalnya, Pak Jailani memastikan hanya peserta yang benar-benar memenuhi syarat yang bisa lolos,\” ujar Aldy.

Di lingkungan tempat tinggalnya, Aiptu Jailani dikenal sebagai figur yang peduli dan sering membantu warga.

Baca Juga:  Tangis Histeris di Kab Pasuruan, Bocah Berusia 7 Tahun Meninggal Dunia Usai Ditabrak Mobil

Beliau sering hadir dalam kegiatan sosial dan tidak segan membantu tetangga yang membutuhkan. Orangnya humoris dan mudah bergaul,\” kata Eti.

Kasatlantas Polres Gresik saat itu, AKP Engkos Sarkosi, menyebut Aiptu Jailani sebagai anggota yang menjadi panutan.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Tegaskan Penguatan Alutsista Jadi Tonggak Pertahanan Kedaulatan Negara

Pak Jailani memiliki dedikasi tinggi terhadap tugas. Kejujurannya menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polres Gresik. Kami merasa sangat kehilangan,\” ujar AKP Engkos.

Meski telah tiada, semangat dan nilai-nilai yang ditanamkan oleh Aiptu Jailani terus dikenang. Ia membuktikan bahwa seorang polisi dapat menjalankan tugas dengan tegas tanpa kehilangan sisi humanisnya.

Baca Juga:  Dari Kekeringan ke Harapan: TMMD Hadirkan Tandon Air Bersih untuk Warga Batu Karang

Kami berusaha meneladani integritas yang beliau tunjukkan selama bertugas. Sosoknya akan selalu menjadi inspirasi bagi generasi polisi berikutnya,\” tambah AKP Engkos.

Kisah hidup Aiptu Jailani adalah bukti nyata bahwa keberanian dan kejujuran dapat membawa perubahan positif, tidak hanya dalam institusi kepolisian, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai yang ia tinggalkan akan terus menjadi teladan bagi semua. (*)