Laporan: Ninis Indrawati

BLITAR | SUARAGLOBAL.COM – Dalam upaya memperkuat sinergi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Polres Blitar Polda Jawa Timur bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blitar dan berbagai perguruan pencak silat di wilayah Blitar Raya mengadakan pertemuan silaturahmi di Aula Polres Blitar, Jumat (15/11).

Acara ini bertujuan untuk membangun komunikasi yang harmonis antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan komunitas pencak silat setempat.

Dengan adanya hubungan yang erat, diharapkan stabilitas dan keamanan daerah dapat terjaga, terutama di masa-masa krusial menjelang Pilkada.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Kobarkan Semangat Kepahlawanan: “Polri Harus Hadir dengan Hati untuk Negeri”

Kapolres Blitar, AKBP Wiwit Adisatria, menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama.

Silaturahmi ini menjadi langkah proaktif untuk memastikan situasi di Blitar tetap aman dan kondusif. Semua pihak di sini memiliki peran penting dalam menciptakan suasana damai,\” ujar AKBP Wiwit.

Baca Juga:  UMKM Jateng Naik Kelas! Gubernur Luthfi Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

Beliau juga menggarisbawahi peran strategis komunitas pencak silat di Blitar Raya, yang memiliki pengaruh kuat di masyarakat.

Keterlibatan perguruan pencak silat dalam menjaga ketertiban Pilkada sangatlah penting. Kami berharap kebersamaan ini bisa menghindarkan kita dari konflik yang merugikan dan menjaga Pilkada tetap damai,\” lanjutnya.

Baca Juga:  PGRI Sumut Perkuat Komitmen Nasionalisme dan Kemajuan Pendidikan

Selain aparat keamanan dan Forkopimda, perwakilan dari berbagai perguruan pencak silat turut hadir dan menyampaikan dukungannya terhadap upaya menciptakan Pilkada yang aman.

Mereka sepakat bahwa sebagai penjaga warisan budaya, komunitas pencak silat harus mengambil peran positif dalam menjaga kedamaian di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Akal Bulus Berkedok Nikah Siri! Seorang Pengajar Ponpes Jepara Diduga Setubuhi Santri Berkali-kali, Kini Oknum Pengajar Kini Mendekam di Bui

Sebagai simbol komitmen bersama, dilakukan deklarasi damai oleh seluruh ketua perguruan pencak silat. Deklarasi ini menegaskan janji untuk menjaga suasana aman selama proses Pilkada dan tidak terlibat dalam tindakan yang dapat memicu konflik.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pencak silat bukan hanya sekadar seni bela diri, tetapi juga wujud nyata budaya yang bisa menjadi alat pemersatu. Dengan adanya acara ini, harapannya Blitar dapat menjadi contoh teladan bagi daerah lain dalam menghadapi Pilkada yang demokratis dan bebas kekerasan.

Baca Juga:  Ribuan UMKM Surabaya Naik Kelas: Dari NIB, Sertifikasi Halal, hingga Tenda Usaha

Melalui kerja sama ini, diharapkan tidak hanya tercipta keamanan dan ketertiban, tetapi juga tumbuhnya kesadaran bersama akan pentingnya persatuan demi kepentingan masyarakat luas.

Blitar bertekad untuk mempertahankan reputasinya sebagai wilayah yang aman dan bersahabat, sehingga dapat mendukung jalannya Pilkada yang bermartabat. (*)