Laporan: Wahyu Widodo

SALATIGA | SUARAGLOBAL.COM – Bulan Ramadan menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga. Meski tengah menjalani masa hukuman, semangat mereka dalam memperbanyak ibadah tetap tinggi.

Pada Rabu malam (12/03/25), suasana Rutan Salatiga terasa lebih religius. Para WBP dengan penuh kekhusyukan mengikuti shalat Isya yang dilanjutkan dengan shalat Tarawih berjamaah. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Salatiga, Redy Agian, memberikan motivasi dan arahan kepada para warga binaan agar memanfaatkan Ramadan sebagai ajang perbaikan diri.

Baca Juga:  Kurikulum AI di Sekolah: Revolusi Pendidikan atau Tantangan Baru?

“Bulan Ramadan ini adalah perjalanan menuju keindahan jiwa. Setiap detiknya adalah ibadah. Oleh karena itu, mari manfaatkan bulan ini dengan memperbanyak ibadah dan berbuat baik, sekecil apa pun itu. Insyaallah, pahala akan terus mengalir,” ujar Redy Agian dalam pesannya.

Ia juga mengingatkan agar para WBP tidak terus-menerus menyesali kesalahan di masa lalu, tetapi fokus pada perubahan yang lebih baik.

“Ini bulan penuh rahmat. Jangan terus larut dalam penyesalan, tapi perbaiki diri. Awali dengan shalat yang disiplin dan tertib. Dengan itu, insyaallah Allah SWT akan memberikan jalan terang menuju kebaikan,” lanjutnya.

Baca Juga:  Leapfrog Digital Dimulai! Indonesia Gandeng Arm, Bidik Otomotif hingga Komputasi Kuantum

Tak hanya shalat, Redy juga mengajak para warga binaan untuk memperbanyak sholawat dan membaca Al-Qur’an sebagai bentuk introspeksi dan kedekatan diri kepada Allah SWT.

“Jadikan bulan penuh ampunan ini sebagai ajang introspeksi diri. Jangan lupa bersyukur, perbanyak sholawat, baca dan pahami Al-Qur’an, serta mohon ampunan kepada Allah SWT,” tuturnya.

Rutan Salatiga, di bawah kepemimpinan Redy Agian, berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh WBP selama Ramadan. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, serta kebijakan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang menekankan pemenuhan hak-hak WBP secara adil dan sesuai aturan.

Baca Juga:  Kreatif dari Balik Jeruji, Karya Warga Binaan Ramaikan Salatiga UKM Expo Festival Gastronomi 2025

“Selama Ramadan, kami memastikan pelayanan bagi WBP tetap maksimal. Pemenuhan hak-hak mereka, seperti makanan, layanan kesehatan, air bersih, hingga hak integrasi, tetap kami perhatikan,” pungkas Redy.

Dengan adanya dukungan dan fasilitas yang diberikan, diharapkan bulan Ramadan menjadi momentum bagi para warga binaan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbaiki diri untuk masa depan yang lebih baik. (*)