SALATIGA,BeritaGlobal.net – Di Kota Salatiga ada sekelompok relawan yang bernama  “Relawan Resik-Resik Kubur”. Sesuai namanya, kelompok ini memiliki kegiatan utama bersih-bersih makam.

Y Joko Tirtono SH merupakan koordinator “Relawan Resik-Resik Kubur” mengatakan, bahwa langkahnya melaksanakan bersih-bersih makam ini telah berlangsung sejak tiga tahun dan ini hampir empat tahun.

“Kelompok relawan yang bernama  “Relawan Resik-Resik Kubur” di Kota Salatiga yang Sesuai namanya, kelompok ini memiliki kegiatan utama bersih-bersih makam,”katanya, saat dihubungi wartawan, Minggu (9/10/2022).

Baca Juga:  Polwan Polresta Surakarta Tetap Semangat di Tengah Guyuran Hujan Deras, Wujudkan Keamanan dan Kelancaran Pertandingan Liga 1

Seorang pengacara yang akrab disapa Jack ini mengungkapkan, bersih makam ini dilakukan setiap hari Jumat dan Minggu.

“Kegiatan bakti sosial kita lakukan selepas solat Jumat dan saat hari Minggu,”tuturnya.

Untuk sasaran selalu berpindah-pindah dan tidak hanya di wilayah Kota Salatiga saja. Namun juga wilayah seputaran Kota Salatiga.

“Makam yang dinilai kurang terawat atau banyak ditumbuhi rerumputan kita  bersihkan,”ucap Joko.

Baca Juga:  Diduga Rem Blong Truk Muatan Susu Hantam Pembatas Jalan di JLS Salatiga, Sopir Alami Patah Kaki 

“Kegiatan sosial ini  sebagai bentuk refleksi hati dan refleksi jiwa,”ucapnya.

Joko menuturkan, komunitas ini awalnya digagas dan dibentuk oleh sembilan orang dan saat ini menjadi 20 orang. Di dalam komunitas ini kita dasari keikhlasan, kesadaran.

“Kita murni kesadaran dan tidak meminta sumbangan kepada siapapun. Jadi murni swadaya para anggota,”terang Joko.

Ditambahkan Joko, dalam waktu dekat ini kita akan membersihkan sebuah makam tidak terawat di wilayah Karanggede. 

Baca Juga:  Kapolres Veronica Ungkap Fakta di Balik Tawuran di Jembatan Sawahan yang Lukai Sopir Truk, Ini Jelasnya

Diakui Joko, kegiatan ini sebagai cara untuk mengingatkan komunitasnya kepada kematian. Ada hidup dalam kematian dan ada kematian dalam hidup.

“Dengan terus mengingat adanya kematian, manusia akan eling dan memiliki rasa syukur, jika hidup di dunia hanya sesaat. Kelak di kehidupan yang akan datang itulah manusia memulai kehidupan panjangnya sampai akhir dunia,”pungkasnya.(*)